Antasida dikenal sebagai obat sintetis untuk mengobati gejala maag. Ia juga digunakan untuk mengobati penyakit refluks gastroefagus (GERD) dan penyakit ulkus peptik (PUD).

Antasida memiliki banyak nama di pasaran tapi mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan mereknya di sini.

Sama seperti obat-obatan lainnya, antasida juga memiliki efek samping jika dikonsumsi berlebih ataupun rutin (dipakai oleh penderita maag kronis).

1. Gangguan Jaringan Otot
Efek samping antasida paling umum akibat terlalu sering dikonsumsi adalah otot berkedut, terasa lemah, dan nyeri otot. Ini karena adanya kelebihan kalsium, magnesium, dan fosfor dalam aliran darah.

Jadi menggunakan antasida dalam dosis tinggi atau terlalu sering bisa mengubah keseimbangan dan menimbulkan gangguan otot. Tingkat keparahan gejala dipengaruhi oleh dosis antasida dan lama penggunaannya.

2. Hiperkalsemia
Antasida mengandung kalsium karbonat. Oleh karena itu, jika penggunaannya terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh kelebihan kalsium (hiperkalsemia).

Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal dan pengendapan kalsium di seluruh organ tubuh, terutama ginjal. Menumpuknya kalsium di ginjal, saluran cerna, dan paru-paru terutama di pembuluh darah dapat merusak fungsi organ tubuh karena aliran darah yang buruk dan bahkan menyebabkan kegagalan organ.

3. Menyebabkan Infeksi
Fungsi asam lambung selain mencerna makanan juga berperan untuk menghancurkan bakteri yang terkandung di dalam makanan. Jika asam lambung ini dinetralkan secara berlebihan oleh antasida, bakteri di lambung akan meningkat dan menimbulkan infeksi.

Bakteri yang bertahan di dalam lambung bisa menimbulkan berbagai masalah pencernaan seperti, gastroenteritis dan diare. Infeksi bakteri di lambung juga bisa menyebabkan Anda menderita penyakit pernapasan bagian atas, karena bakteri mungkin saja naik ke saluran pernapasan.

4. Gangguan Pernapasan
Antasida yang mengandung kalsium karbonat dapat meningkatkan pH di aliran darah Anda sehingga bisa menyebabkan pernapasan menjadi lebih lambat.

Selanjutnya, oksigen yang diterima tubuh akan berkurang akibat tidak dapat bernapas dengan normal dan kondisi ini bisa mengganggu aktivitas Anda.

5. Osteoporosis
Penggunaan antasida yang berlebihan dan rutin juga meningkatkan risiko osteoporosis walaupun pemakainya belum tua. Antasida mengandung alumunium yang dapat mengurangi jumlah kalsium dan fosfat dari tubuh.

Kalsium dan fosfat adalah mineral penting dalam membuat tulang jadi padat. Kalau jumlahnya menurun, maka akan sangat mungkin Anda mengalami osteoporosis atau gangguan kesehatan tulang lainnya.

6. Sembelit (Konstipasi) ataupun Diare
Sembelit adalah salah satu gejala yang paling umum dari penggunaan antasida yang berlebihan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh jenis antasida yang mengandung kalsium atau alumunium. Sembelit akan terus berlanjut selama antasida dikonsumsi. Antasida juga dapat menyebabkan diare, terutama antasida yang mengandung magnesium.

7. Batu Ginjal
Antasida membuat tubuh membuang kelebihan kalsiumnya melalui urin. Tapi hal ini justru membuat kalsium yang dikeluarkan melalui urin tertumpuk di ginjal. Penumpukan ini yang bisa menjadi batu ginjal.

Oleh karena itu, penderita gangguan ginjal harus menghindari penggunaan antasida karena dapat mengganggu fungsi ginjal yang dapat meningkatkan racun di aliran darah.

Nah, itulah yang terjadi jika Anda hanya mengandalkan obat maag sintetis untuk mengobati maag. Melihat efek sampingnya yang cukup mengerikan, ini sama saja dengan mengatasi masalah dengan menambah masalah. Oleh karena itu, lebih baik Anda memakai obat maag alami.

PS: Mau tahu bagaimana sembuh dari gangguan asam lambung secara permanen dengan merubah pola pikiran dan nutrisi? Silahkan Anda klik DI SINI.