Hipotiroidisme atau lebih umum disebut dengan hipotiroid adalah kondisi yang terjadi saat tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid. Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu di depan leher. Tugasnya menghasilkan hormon tetraiodothyronine (T4) dan triiodothyronine (T3) yang berfungsi mengendalikan cara kerja tubuh dalam menggunakan energi.

Seberapa umum penyakit hipotiroid terjadi?

Orang dengan usia berapa pun dapat terkena hipotiroid, namun lansia lebih mudah terkena kondisi ini. Wanita di atas 60 tahun memiliki risiko yang paling tinggi untuk terkena hipotiroid. Anda juga cenderung memiliki penyakit hipotiroid ini apabila menurun di keluarga Anda.

Namun, hipotiroidisme dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor pemicunya.

 

Tanda-Tanda dan Gejala

Tanda-tanda dan gejala hipotiroid yang muncul biasanya berbeda bergantung seberapa parahnya tubuh Anda kekurangan hormon tiroid. Namun umumnya, masalah yang muncul akan cenderung berkembang dengan perlahan, dalam beberapa tahun.

Pada awalnya, Anda mungkin jarang menyadari tanda-tanda dan gejala dari hipotiroidisme, seperti kelelahan dan bertambahnya berat badan. Anda mungkin merasa gejala itu sebagai gejala umum yang dirasakan ketika seseorang bertambah usia. Namun, hipotiroidisme mengakibatkan metabolisme Anda jadi melambat. Melambatnya metabolisme mungkin akan membuat Anda mengalami tanda-tanda dan gejala yang lebih jelas. Tanda-tanda dari hipotiroidisme meliputi:

  1. Kelelahan.
  2. Meningkatnya sensitivitas terhadap dingin.
  3. Sembelit.
  4. Kulit kering.
  5. Bertambahnya berat badan.
  6. Muka bengkak.
  7. Suara serak.
  8. Kelemahan otot.
  9. Meningkatnya kadar kolesterol darah.
  10. Nyeri dan kaku otot.
  11. Perdarahan menstruasi yang lebih hebat dari biasanya atau tidak teratur.
  12. Rambut menipis.
  13. Detak jantung melambat.
  14. Depresi.
  15. Gangguan ingatan.

Apabila hipotiroidisme tidak diatasi, tanda-tanda dan gejala dapat menjadi lebih serius secara bertahap. Rangsangan terus-menerus yang terjadi pada kelenjar tiroid untuk menghasilkan lebih banyak hormon akan menyebabkan pembesaran tiroid (gondok). Selain itu, Anda mungkin menjadi lebih pelupa, lama dalam proses berpikir atau depresi.

Pada beberapa kasus, hipotiroidisme bisa saja berkembang menjadi tingkat lanjut yang disebut dengan myxedema. Meskipun merupakan kondisi langka, apabila sampai terjadi kondisi ini dapat membahayakan nyawa. Tanda-tanda dan gejala yang muncul bisa meliputi tekanan darah rendah, menurunnya pernapasan, menurunnya suhu tubuh, tidak responsif, dan bahkan koma.

 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi hipotiroid memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Untuk itu, bicaralah pada dokter Anda segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda.

 

Penyebab

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, yaitu triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4), memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan dan akan mempengaruhi seluruh aspek metabolisme Anda. Hormon tiroid menjaga kecepatan tubuh dalam menggunakan lemak dan karbohidrat, membantu mengendalikan suhu tubuh, mempengaruhi detak jantung, dan mengatur produksi protein.

Hipotiroidisme terjadi saat kelenjar tiroid gagal menghasilkan cukup hormon. Hipotiroidisme dapat disebabkan beberapa faktor, termasuk:

 

Penyakit autoimun

Orang yang mempunyai gangguan inflamasi tertentu, yang disebut Hashimoto’s thyroiditis, memiliki penyebab utama hipotiroidisme. Penyakit autoimun terjadi saat sistem imun mengasilkan antibodi yang menyerang jaringan tubuh Anda sendiri. Kadang proses ini melibatkan kelenjar tiroid.

 

Perawatan untuk hipertiroidisme

Orang yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme) sering kali ditangani dengan obat anti-tiroid untuk mengurangi dan menormalkan fungsi tiroid. Namun, pada beberapa kasus, perawatan untuk hipertiroidisme dapat mengakibatkan hipotiroidisme permanen.

 

Operasi tiroid

Mengangkat seluruh atau sebagian besar kelenja tiroid dapat mengganggu produksi hormon. Pada kasus tersebut, Anda akan perlu menggunakan hormon tiroid dari luar seumur hidup.

 

Terapi radiasi

Radiasi untuk mengatasi kanker pada kepala dan leher dapat memengaruhi kelenjar tiroid dan menyebabkan hipotiroidisme.

 

Pengobatan tertentu

Berbagai obat-obatan dapat berperan pada hipotiroidisme. Salah satu obat adalah lithium, yang digunakan untuk mengatasi kelainan psikiatris tertentu.

 

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hipotiroid? Ada banyak faktor pemicu untuk hipotiroid, yaitu:

  1. Wanita berusia di atas 60 tahun.
  2. Memiliki penyakit autoimun.
  3. Memiliki riwayat keluarga yang juga punya penyakit tiroid.
  4. Memiliki penyakit autoimun lain, seperti rheumatoid arthritis atau lupus, kondisi inflamasi kronis.
  5. Telah diobati dengan iodin radioaktif atau obat anti-tiroid.
  6. Menerima radiasi pada leher atau dada atas.
  7. Pernah menjalani operasi tiroid (tiroidektomi sebagian).
  8. Pernah mengandung atau melahirkan bayi dalam waktu 6 bulan terakhir.

 

Diagnosis & Pengobatan

Bagaimana hipotiroid didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda mengalami kondisi ini, pemeriksaan fisik akan dilakukan dan dokter akan merekomendasikan berbagai tes. Tes darah selalu digunakan untuk mengonfirmasi diagnosis hipotiroid atau hipotiroidisme ringan. Tes yang paling sering digunakan adalah:

  • Tes thyroid-stimulating hormone (TSH).
  • Pengukuran thyroxine (T4).

Apabila tes di atas tidak normal, tes antibodi antitiroid dapat menentukan apakah Anda memiliki penyakit autoimun Hashimoto’s thyroiditis atau tidak. Hashimoto’s thyroiditis merupakan kondisi di mana sistem pertahanan tubuh menyerang kelenjar tiroid.

CT scan atau MRI pada hipotalamus atau kelenjar pituitari juga dapat dilakukan untuk melihat perubahan pada area otak tersebut.

 

Bagaimana cara mengobati hipotiroid?

Dipercaya bahwa penanganan standar untuk hipotiroid meliputi penggunaan hormon tiroid buatan, levothyroxine. Pengobatan oral ini mengembalikan level hormon yang cukup, memperbaiki gejala-gejala hipotiroid.

Untuk menentukan dosis yang tepat terhadap penggunaan levothyroxine, dokter akan memeriksa kadar TSH setelah 2-3 bulan. Jumlah hormon yang berlebih dapat menyebabkan efek samping, seperti:

  1. Meningkatnya nafsu makan.
  2. Insomnia.
  3. Palpitasi jantung.
  4. Gemetar.

Apabila Anda memiliki penyakit arteri koroner atau hipotiroid parah, dokter akan memulai pengobatan dengan jumlah kecil dan meningkatkannya secara bertahap. Penggantian hormon progresif membantu jantung menyesuaikan diri terhadap peningkatan metabolisme.

Obat-obatan, suplemen, dan beberapa makanan tertentu dapat memengaruhi kemampuan menyerap levothyroxine. Bicarakan dengan dokter apabila Anda mengonsumsi produk kedelai atau pola makan berserat tinggi dalam jumlah besar, atau obat-obatan lain, seperti:

  1. Suplemen zat besi atau multivitamin yang mengandung zat besi.
  2. Cholestyramine.
  3. Aluminum hydroxide, yang ditemukan dalam beberapa antacid.
  4. Suplemen kalsium.

Apabila Anda memiliki hipotiroidisme subklinis, diskusikan perawatan yang bisa Anda gunakan dengan dokter. Untuk peningkatan TSH yang relatif ringan, Anda mungkin tidak mendapatkan manfaat dari terapi hormon tiroid, justru perawatan dapat berbahaya. Untuk kadar TSH yang lebih tinggi, hormon tiroid dapat meningkatkan kadar kolestrol, kemampuan memompa jantung, dan level tenaga.

Jika Anda ragu-ragu dengan pengobatan seperti di atas karena khawatir akan efek sampingnya, Anda bisa memakai pengobatan alami dengan membuat minuman Goodway Choco Drink (GCD) sendiri.

Resep GCD berikut akan membawa “keajaiban” tersendiri bagi tubuh Anda, membuat Anda tidak perlu lagi obat-obatan kimia pahit dan penuh efek samping. GCD tidak memiliki efek samping, yang ada adalah “efek depan” yang membuat sehat, kuat, awet muda dan nikmatnya bikin lidah Anda ketagihan.

Berikut resep dari GCD:

  • Bubuk cokelat hitam 1 sendok makan dan gula aren secukupnya diaduk sampai rata ke segelas air panas sekitar 250 ml.
  • Biarkan dulu dari panas jadi hangat, lalu tuangkan santan mentah secukupnya sebagai creamer, VCO 1 sendok makan dan juga garam laut asli setengah sendok teh.
  • Tambahkan juga bubuk agar-agar 1 sendok teh.
  • Aduk sampai rata lalu minum ini 1-4 kali sehari (tergantung kebutuhan). Untuk pencegahan cukup 1 gelas sehari, Untuk pengobatan, 3-4 gelas sehari.

Informasi lebih detail lagi tentang contoh merek yang direkomendasikan dan bentuk dari bahan-bahan GCD bisa Anda lihat DI SINI.

 

PS: Anda bisa melihat artikel-artikel lainnya tentang hipotiroid DI SINI.

 

Sharing is caring. Viralkan supaya bermanfaat bagi orang lain!

Tentang Duta Sehat     Panduan & Dukungan     Hubungi Kami     Kebijakan Privasi     Syarat & Ketentuan     Jadi Mitra

 

©2020 DutaSehat.com | Pusat Layanan Medis Holistik Indonesia

Mulai chat
1
Klik untuk chat via WA
Hai, silahkan klik untuk chat via WA :)

Login ke akun Anda

atau    

Forgot your details?

Create Account