Merupakan standar yang diajarkan di sekolah kedokteran bahwa luka gangren karena diabetes itu akan dikuret, dan akhirnya lama-lama diamputasi kakinya. Ini sudah standarnya dan resmi lho ya. Alias legal!

Tapi apakah praktek ini benar? Bagi yang awam dengan sains kesehatan, ya pasti dianggap normal. Ini juga dianggap normal bagi para dokter konvensional.

Beda dengan para herbalist, orang MLM suplemen, pakar nutrisi holistik dan dokter holistik, kami tidak mau mengkuret bahkan mengamputasi kaki penderita gangren karena kami punya banyak metode manjur.

Metode manjur yang kami miliki tidak hanya mencegah gangren menyebar, tapi juga menyembuhkannya secara total termasuk menyembuhkan penyebab gangren tersebut yaitu diabetes. Ini adalah hal yang mustahil dilakukan oleh dokter konvensional bahkan di level profesor sekalipun karena mereka memakai sains yang masih “in the box”!

Jika mereka (golongan konvensional) memakai cara “out of the box” diluar apa yang diajarkan di sekolah kedokteran, maka dengan mudahnya mereka bisa menyembuhkan secara total luka gangren akibat diabetes.

Tulisan saya ini bukan hanya untuk masyarakat awam, tapi juga untuk tenaga medis konvensional. Jangan mau kalah dong sama orang MLM yang backgroundnya bukan medis, tapi dengan mudahnya mereka menyembuhkan luka gangren dan diabetes 🙈

 

BUKAN LAGI TENTANG PERBEDAAN PENGOBATAN, TAPI INI TENTANG KESALAHAN PENGOBATAN

Ada banyak metode pengobatan di luar sana dalam menangani luka gangren dan diabetes, tapi kenapa saya “menyalahkan” atau mempermasalahkan metode kuret dan amputasi ini?

Jawabannya: Karena metode lainnya di luar sana hanya berbeda metode saja tapi sama-sama manjur dan tidak merugikan pasien. Sedangkan metode kuret dan amputasi ini benar-benar kesalahan pengobatan yang merugikan pasien.

Coba berpikir logis deh: Di luar sana, sudah banyak yang berhasil menyembuhkan luka gangren dan diabetesnya. Bahkan luka yang sudah membusuk terlihat tulangnya saja bisa tumbuh daging lagi lalu sembuh total. Sudah tahu begitu lha kok lucu, ngga mau “humble” merubah metode “kuno”nya yang suka mengkuret dan amputasi kaki?!

Alasan yang biasa diungkapkan:

(1) Karena sudah membusuk, jangan sampai merembet ke lainnya dan menginfeksi seluruh tubuh sehingga mengakibatkan kematian.

Jawab saya: Ilmumu kadaluarsa dan ngga canggih. Pakai nutrisi tertentu bisa menghentikan pembusukan dan infeksinya, bahkan bisa menghilangkan penyebabnya!

 

(2) Metode di luar sana ngga ada bukti ilmiahnya.

Jawab saya: Omong kosong! Tanya sama mbah Google, bukti penelitian resminya sudah banyak. Bukan cuman bukti lab (yang kemungkinan masih bisa dimanipulasi), testimoninya juga buuuannyak banget.

 

(3) Tidak diakui WHO dan tidak diajarkan di sekolah kedokteran, jadi meragukan dan mungkin sesat!

Jawab saya: Heeelllooo… WHO dan sekolah kedokteran itu bukan organisasi sempurna karena didirikan oleh manusia yang tidak sempurna. Mereka tidak maha tahu. Yang maha tahu ada tiga, yaitu Tuhan, mbah Google dan netizen 🤭

Pengakuan itu BUKAN kebenaran. Kebenaran walaupun tidak diakui tetap saja benar. Kalau Anda tidak mengakui kebenaran, berarti Anda-lah yang tersesat!

APA JADINYA JIKA METODE KONVENSIONAL INI TETAP DITERAPKAN DAN DIANGGAP NORMAL?

Ini penting dibaca dan direnungkan, bayangkan saja jika ini terjadi dalam hidup Anda sendiri atau orang yang Anda cintai:

(1) Pasien kehilangan organ tubuh yang berharga karena amputasi. Mau ngga Anda atau keluarga Anda ngga punya kaki atau tangan karena amputasi?!

(2) Pasien tidak pernah sembuh. Metode salah ini tidak bisa menyembuhkan luka gangren. Mau pakai obat sintetis paling mahal sekalipun, PASTI bakal kumat lagi!

(3) Pasien miskin akan makin miskin. Biayanya mahal dan terlebih karena tidak bisa sembuh, repeat order pengobatan (treatment) terus berjalan seumur hidup mereka. Tak heran ada banyak yang bunuh diri karena depresi dengan kemiskinan mereka!

Ngga percaya? Coba deh tanya mbah Google berita-beritanya.

(4) Pasien tetap meninggal dalam tempo SECEPATNYA. Semua orang pasti akan meninggal, tapi tolong lah meninggal sewajarnya, sudah waktunya, dan dengan tenang.

 

METODENYA APA?

Metodenya tidak ribet kok dan tidak harus mahal. Tidak harus jadi pintar apalagi jenius untuk bisa mempelajarinya.

Ada banyak metode, tapi saya sebutkan sedikit aja ya biar mudah dipahami.

Untuk yang dikonsumsi, Anda bisa pakai propolis, VCO (Virgin Coconut Oil alias Minyak Kelapa Murni), atau bisa juga ektrak teripang. Semuanya juga bisa digabung supaya prosentase keberhasilan dan kecepatan sembuhnya tinggi.

Contoh jika digabung:

  • Propolis kapsul atau tablet dikonsumsi 3×1 tablet sehari, bisa dikonsumsi setengah jam sebelum makan atau 1-2 jam sesudah makan.
  • VCO dikonsumsi 3×1 sdm, bisa dikonsumsi setengah jam sebelum makan atau 1-2 jam sesudah makan.
  • Ekstrak teripang 3×2 sdm jika cair, atau 3×2 tablet jika padat, bisa dikonsumsi setengah jam sebelum makan atau 1-2 jam sesudah makan.

Untuk luka gangrennya bisa dibasuh dulu dengan air ion perak atau air hangat bercampur sedikit cuka apel. Setelah itu dioleskan dengan VCO dan madu asli, 3x sehari.

Untuk semua obat alami di atas, terserah mau pakai merek apa yang penting berkualitas supaya pengobatan Anda tidak sia-sia.

Dan untuk pola makannya juga perlu diatur, jangan sembarangan.

Jika ingin belajar lebih dalam lagi tentang metodenya, saya sarankan Anda belajar di luar sekolah kedokteran, cari masternya atau join di salah satu MLM yang punya testimoni-testimoninya (yang utama untuk belajar produknya, bukan bisnis jaringannya).

Jika bingung mulai belajar dari mana dulu, Anda bisa ikut kursus online GRATIS di DutaSehat.com. Kontak saja nomer admin di situs tersebut, nanti akan dipandu untuk belajar mulai darimana dulu.

 

BERARTI YANG SALAH SIAPA?

Jangan menyalahkan dokter konvensionalnya karena mereka orang baik dan hanya mengikuti apa yang diajarkan di sekolahnya.

Jangan juga salahkan pemerintah karena mereka sekedar mengikuti protokol yang dianjurkan WHO dan instansi terkait.

Yang salah adalah sistem dan mafia kesehatan di balik terciptanya sistem tersebut!

 

JANGAN EGOIS, TAKE ACTION DONG!

Sharing is caring! Ilmu yang Anda dapatkan ini jangan hanya stop di Anda saja. Buatlah perbedaan dengan membagikannya ke orang lain.

Siapa tahu, eh ternyata tulisan ini dibaca oleh orang yang membutuhkannya sehingga nasibnya berubah. Anda dapat pahala dong!

 

Salam sehat,
Dt Awan (Andreas Hermawan)

 

Sharing is caring. Viralkan supaya bermanfaat bagi orang lain!
0 Komentar

Beri tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tentang Duta Sehat     Panduan & Dukungan     Hubungi Kami     Kebijakan Privasi     Syarat & Ketentuan     Jadi Mitra

 

©2020 DutaSehat.com | Pusat Layanan Medis Holistik Indonesia

Mulai chat
1
Klik untuk chat via WA
Hai, silahkan klik untuk chat via WA :)

Login ke akun Anda

atau    

Forgot your details?

Create Account