Penyakit maag atau dispepsia bisa merupakan suatu penyakit psikosomatis (penyakit pikiran–tubuh) atau bisa juga penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif Helicobacter pylori, efek samping obat-obatan, dan pola makan yang salah.

Jika Anda adalah penderita maag, saya mengerti penderitaan Anda. Saya mengerti bagaimana rasanya menderita maag, karena saya dulunya juga penderita maag yang akut dan kronis. Dalam tulisan ini, saya akan berbagi kepada Anda kesaksian dan metode bagaimana saya bisa sembuh total secara alami, aman tanpa efek samping.

 

Saya Mantan Penderita Maag Akut & Kronis

Saya dulu menderita maag mulai dari usia 21 tahun yaitu di tahun 2001. Di masa itu saya belum mengenal sains medis holistik. Penyebab dari sakit maag saya adalah karena sebelumnya di pertengahan tahun 2000 di Singapura saya sering makan TERLALU banyak dan setelah itu melakukan aktifitas berat. Penyebab tambahan lainnya yang bisa memicu serta memperparah maag adalah pikiran dan perasaan khawatir.

Jadi dari sini kita bisa melihat penyebabnya adalah karena pola makan dan gaya hidup tidak sehat serta psikosomatis (oleh karena psikis).

Saya sudah datang ke beberapa dokter konvensional dan meminum obat untuk maag. Saya harus makan tepat waktu: jam 06.00 – 07.00 untuk sarapan, jam 12.00 – 13.00 untuk makan siang, dan jam 18.00 – 19.00 untuk makan malam. Jika telat makan, perut langsung sakit. Jadi ke mana-mana saya membawa roti untuk mencegah telat makan.

Makan pun tidak bisa sembarangan, seperti misalnya: kopi, mie, dan yang pedas-pedas. Jika sedang duduk, saya harus mencari tempat duduk yang ada sandaran punggungnya. Jika saya duduk tanpa ada sandaran punggung, 10 atau 15 menit kemudian maag saya kumat.

Sensasinya tidak main-main, yaitu seperti ada cairan hangat mengalir dari lambung ke usus saya, dan tidak lama kemudian perut saya terasa nyeri sekali. Kalau sudah dalam keadaan seperti itu, mau tidak mau saya harus berbaring. Sekitar 30 menit kemudian, nyeri dan sensasi hangat itu hilang. Gejala maag seperti ini sering datang setiap harinya sehingga mengganggu aktifitas harian saya, seperti bekerja, belajar, dan meeting.

Namun na’asnya, walaupun sudah datang ke beberapa dokter, sudah minum obat-obatan, makan tepat waktu, serta tidak makan sembarangan, maag tetap saja sering datang mengganggu saya.

Saya mulai berpikir bahwa saya tidak bisa terus memakai cara yang sama untuk berhasil sembuh. Saya harus berdoa memohon hikmat untuk memakai cara lain!

Syukurlah Tuhan menjawab doa saya dan cara lain itu adalah melalui sains medis holistik.

Cara ini tidak akan pernah Anda dapatkan di sekolah kedokteran konvensional serta media massa umum. Jadi ini adalah cara/metode pengobatan yang langka. Kabar baiknya, saya akan membagikan rahasianya kepada Anda melalui tulisan ini.

 

Yakin Sembuh dan Bersyukur atas Penyakit yang Diderita

Tidak peduli apa kata dokter konvensional yang mengatakan bahwa maag saya tidak akan bisa sembuh, saya malah memiliki keyakinan kuat bahwa saya PASTI akan sembuh.

Saya juga bersyukur kepada Tuhan dengan maag ini karena saya YAKIN di balik penderitaan, pasti ada kebaikan menanti saya di depan. Dengan adanya rasa syukur ini, hati saya jadi tenang sehingga mengurangi resiko meningkatnya asam lambung karena kekhawatiran.

Dan ternyata memang benar bahwa di balik penderitaan, pasti ada kebaikan/hikmahnya, yaitu: penyakit maag ini telah membawa saya berkenalan dengan sains alternatif dan holistik. Dengan sains pengobatan yang unik ini, saya bisa mempergunakannya untuk menyembuhkan penyakit orang lain.

Berpikirlah positif. Ambillah hikmah dari sakit yang diderita karena itulah yang Tuhan mau dalam hidup Anda, yaitu Anda makin kuat dan dewasa di tengah-tengah masalah!

Jadi jangan “cemen” lagi ya  😉

 

Berdoa Minta Ampun & Minta Solusinya

Yang namanya maag dan gangguan lambung lainnya itu pasti tidak muncul begitu saja. Ini juga bukanlah jenis penyakit yang ditularkan. Maag dan gangguan lambung lainnya muncul karena KESALAHAN PENDERITANYA SENDIRI!

Ya, benar. Jika Anda menderita maag atau gangguan lambung, itu salah Anda sendiri. Seperti contohnya kasus saya: Saya kena maag karena pola makan dan gaya hidup yang salah. Ditambah lagi pola pikir dan perasaan yang salah/negatif!

Kalau kena maag, Anda tidak bisa menyalahkan orang lain. Anda tidak bisa menyalahkan keadaan dan juga tidak bisa menyalahkan Tuhan atas penyakit ini dengan berkata, “Ini cobaan dari Tuhan”.

Bahkan Anda tidak bisa mengkambinghitamkan setan dengan berkata, “Ini godaan dan serangan setan”. Aduh, saya akan tepok jidat jika ada yang bilang seperti ini.

Jadi ketika berdoa, jangan salahkan siapapun selain diri Anda sendiri. Minta ampunlah kepada Tuhan karena Anda menderita sakit ini karena kesalahan Anda sendiri misal:

1. Dosa kerakusan yang rakus makan terlalu banyak.
2. Dosa pengendalian diri yang tidak bisa menahan diri untuk tidak sembarang makan.
3. Dosa menyepelekan anugerah Tuhan dimana Anda lahirnya sehat dan dikodratkan untuk sehat, tapi itu semua rusak karena Anda yang menyepelekan dan merusaknya sendiri.
4. Tidak bertanggung jawab dengan tubuh Anda sendiri.

Nah, setelah Anda doa minta ampun, barulah Anda PANTAS berdoa untuk minta sembuh!

Dalam doa saya bukan hanya minta sembuh saja, tapi juga minta solusinya. Saya mengajukan permintaan yang benar ketika berdoa. Ini doa saya: “Tuhan, tolong tunjukkan kepada saya bagaimana caranya bisa sembuh dari maag ini secara total!”

Dan beruntungnya saya, Tuhan mengabulkan doa saya tersebut  🙂

 

Proaktif dan Komitmen dengan Solusinya, Jangan Pasif!

Untungnya, saya punya kebiasaan positif yaitu langsung curhat ke Tuhan jika ada masalah. Apapun masalahnya, Tuhan adalah pribadi pertama yang saya datangi, bukan manusia. Manusia itu nomer dua. Tentu saja, sikap seperti ini yang Tuhan suka.

Ketika saya bertanya ke Tuhan, “Apa Engkau menghendaki saya menderita sakit ini seumur hidup?” Dalam hitungan detik, ada keyakinan jauh dalam hati bahwa ini bukan rancangan Tuhan untuk saya menderita maag sampai mati. Dan saya juga diingatkan dengan ayat Firman favorit saya yang berkata “Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan …” Jadi saya memiliki keyakinan bahwa maag ini akan membawa kebaikan buat saya, walaupun saat itu saya belum tahu apa kebaikannya.

Jadi saya syukuri saja maag ini dan mensyukuri untuk kebaikan yang akan datang, entah apa itu, saya belum tahu.

Sehabis doa, saya tidak bersikap pasif. Saya tidak hanya menunggu mujizat datang atau hanya mengandalkan dokter untuk mengobati saya. Saya proaktif mencari sendiri solusi pengobatannya.

Setelah cukup lama berdoa dan mendatangi dokter-dokter untuk bisa sembuh dari maag ini, suatu hari saya bertemu dengan seorang teman di sekolah kedokteran dan dia berkata ke saya, “Andre kamu kalau ada masalah apa-apa khan biasanya cari tahu sendiri solusinya dengan baca buku yang topiknya sama dengan masalah kamu. Kenapa ngga kamu coba cara yang sama untuk maagmu ini?!”

Mendengar itu, saya tergugah dan mengiyakan kata dia. Betul juga, saya harus pelajari sendiri ilmu medisnya atau pengobatannya!

Saya lalu mempelajari buku-buku medis konvensional dan alternatif tentang maag. Saya juga mempelajari tentang psikosomatis. Tapi semua yang saya baca hanya bisa memberikan pengetahuan dan petunjuk acak saja. Belum informasi kesembuhan yang pasti.

Setelah cukup lama komitmen membaca buku-buku yang berhubungan dengan maag, pencernaan dan psikosomatis, suatu hari saya mendapatkan petunjuk PASTI ketika saya berdoa.

Saya lagi-lagi curhat ke Tuhan tentang apa yang sudah saya pelajari dan mengajukan pertanyaan ini, “Tuhan, apa benar Engkau merancang manusia untuk makan on-time dan kalau tidak on-time, Engkau merancang bahwa tubuh kami akan kena maag?”

Saya menanyakan hal ini karena sejak kecil kita diajarkan oleh orangtua bahwa makan harus tepat waktu. Kalau tidak tepat waktu, nanti akan sakit perut. Bukan hanya orangtua, para dokter dan ahli gizi konvensional juga mengajarkan hal yang sama.

Tapi dasar otak saya memang pola pikirnya berbeda dan antimainstream, saya menanyakan kebenaran “ajaran” ini dan untungnya saya bertanya ke Pribadi yang tepat, yaitu Tuhan. Tuhanlah yang menciptakan tubuh kita dan makhluk lainnya jadi Dia-lah yang memegang rahasia hukum alamnya.

Beberapa saat mengajukan pertanyaan tersebut dalam doa, Tuhan langsung menjawab berupa hikmat yang jika diubah berupa kata-kata, Tuhan berkata demikian, “Coba kamu lihat burung-burung di udara dan hewan-hewan lainnya. Apakah selalu mereka makan tepat waktu? Jika tidak makan tepat waktu apakah mereka semua pasti kena maag?”

Saya pun berkata dalam hati, “Ndak Tuhan. Mereka tidak makan tepat waktu dan mereka baik-baik saja.”

Lalu saya diingatkan dengan kasus lainnya dan jika diubah berupa kata-kata, Tuhan berkata demikian, “Coba kamu lihat orang miskin, yang saking miskinnya mereka tidak bisa makan tepat waktu. Di saat ada rejeki, saat itulah mereka baru bisa makan. Nah, jika Aku menciptakan manusia harus makan tepat waktu dan jika tidak tepat waktu mereka akan kena maag, sudah pasti semua orang miskin akan menderita maag.”

Saya pun kagum dengan jawaban itu (dalam bentuk hikmat, bukan kata-kata audible) tapi masih bertanya demikian, “Iya benar juga ya. Terima kasih Tuhan. Tapi kenapa saya dan orang lain bisa sakit perut ketika telat makan ya?”

Tidak perlu lama menunggu, lalu Tuhan menjawab saya dengan hikmat ini, “Aku tidak mendesain tubuh manusia untuk sakit perut ketika makan. Yang Aku desain adalah rasa senap atau keroncongan yang tidak nyaman, tapi itu tidak menyakitkan. Rasa senap ini berubah menjadi rasa sakit ketika manusia memiliki perasaan khawatir/takut yang memicu produksi asam lambung berlebih. Inilah yang disebut psikosomatis dimana kondisi psikis negatif yang membuat tidak ada penyakit jadi ada penyakit serta membuat penyakit kecil jadi lebih besar atau parah.”

Dari sini saya jadi teringat dengan buku medis tentang psikosomatis yang pernah saya baca. Dan saya berkata dengan gembira sekali, “Oh, terima kasih Tuhan. Sekarang saya tahu jawabannya!”

Teman-teman, itulah dahsyatnya doa dalam kehidupan kita. Jika kita tidak pernah putus asa berdoa, dan berdoa dari hati serta penuh iman, maka kita akan mendapatkan jawaban positif dari Tuhan entah dalam bentuk apa. Dalam kasus saya ini, saya mendapatkannya berupa hikmat – pengertian.

Saya tidak diberikan mujizat spontan, yang bisa membuat maag saya hilang secara ajaib dan cepat. Bukan itu yang Tuhan berikan ke saya dan saya juga bersyukur bukan mujizat seperti itu yang diberikan. Sebab jika itu yang diberikan, maka saya tetap jadi orang yang sama dan akan mengulangi kembali kebiasaan (pola makan, gaya hidup, pola pikir) salah saya sehingga cepat atau lambat maagnya bisa kembali lagi.

Dalam doa, saya diberikan hikmat yang para profesor, para dokter dan para ahli gizi sendiri tidak tahu karena tidak diajarkan di sekolah medis mereka.

Masih ada lagi beberapa hikmat tentang maag yang Tuhan berikan ke saya ketika berdoa. Dalam doa, Tuhan juga mengingatkan saya dengan orang-orang yang berpuasa yang jika diubah berupa kata-kata, Tuhan berkata demikian, “Kamu ingat dengan mereka yang berpuasa termasuk ketika kamu berpuasa? Jika Aku memang menciptakan manusia harus makan tepat waktu dengan jadwal yang kaku, kamu dan semua orang lainnya yang berpuasa sudah PASTI akan kena maag karena kalian melawan kodrat kalian.”

Tidak berhenti di sana, Tuhan memberikan saya hikmat tentang jam makan, asam basa suatu makanan, hukum alam pencernaan, tentang sugesti pikiran, tentang suplemen, tentang pola makan dan strategi bagaimana menyembuhkan sakit maag ini secara total untuk selamanya.

Saya sangat bersyukur sekali dengan Tuhan dan SEGERA mempraktekkan apa yang saya dapat dari-Nya.

 

2 Mitos Tentang Maag

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya bahwa saya mendapatkan “pencerahan” tentang maag ketika curhat dengan Tuhan. Dari sini saya mendapatkan 2 mitos tentang maag yang diajarkan oleh para dokter konvensional dan orangtua kita, yaitu: 1) Maag tidak bisa disembuhkan total, 2) Kita HARUS makan tepat waktu supaya tidak maag.

 

Mitos 1: Maag Tidak Bisa Disembuhkan Total

Secara medis konvensional memang maag tidak bisa disembuhkan secara total. Anda hanya bisa mengontrol supaya maag tidak kumat melalui tidak makan sembarangan dan obat-obatan kimia.

Namun saya mendapati bahwa dalam pengobatan alternatif dan medis holistik, maag termasuk penyakit yang “mudah” disembuhkan dengan bantuan terapi herbal, pengaturan diet, dan lainnya.

Jumlah orang yang sembuh dari maag ketika memakai pengobatan alternatif dan holistik, sudah makin banyak, termasuk kesaksian kesembuhan saya sendiri. Bahkan ada pula beberapa pasien saya yang sembuh dari maag hanya dengan terapi tanah liat, yaitu mengkonsumsi tanah liat dengan dosis tertentu selama beberapa hari. Cara unik untuk sembuh dari maag bukan?!

Jadi, jika ingin mengalami kesembuhan total atas maag yang Anda derita, janganlah memakai pengobatan medis konvensional. Sekalipun datang ke 1000 dokter konvensional (termasuk yang sudah tingkat profesor), Anda tidak akan pernah bisa sembuh total.

 

Mitos 2: Kita HARUS Makan Tepat Waktu Supaya Tidak Maag

Manusia tidak dikodratkan Tuhan HARUS makan tepat waktu. Jika memang kita harus makan tepat waktu, berarti sejarah akan memperlihatkan bahwa orang-orang miskin dan kelaparan yang tidak makan lebih dari sehari, atau sering telat makan, PASTI akan menderita maag. Tapi ternyata realitanya berkata lain.

Seluruh hewan juga tidak tepat waktu makannya, tapi mereka tidak menderita maag.

Apakah Anda pernah puasa? Dari sejak dahulu kala sampai sekarang, orang-orang yang menjalankan ibadah puasa, kebanyakan tidak menderita maag, padahal saat berpuasa, kita tidak makan sesuai jadwal kebiasan kita.

Jadi tidak makan tepat waktu SEBENARNYA tidak bisa menyebabkan kita menderita maag. Ketika kita tidak makan tepat waktu dan lapar, sensasi yang seharusnya terjadi adalah rasa “senap” di perut, bukan rasa nyeri/sakit.

Sebagai “alarm tubuh” yang memberitahukan bahwa kita perlu makan, timbullah rasa senap. Dan seringkali ada bunyi keroncongan di perut. Rasa senap ini memang tidak nyaman, tapi tidak sampai terasa sakit. Ia mulai terasa sakit apabila kita:

1. Dilanda khawatir, cemas, atau takut.
2. Yakin bahwa PASTI sebentar lagi perut akan sakit karena telat makan.

Dilanda perasaan cemas akan sakit perut jika telat makan, akan memicu produksi asam lambung berlebih.

Ketika kita TERBIASA mensugesti diri sendiri atau yakin bawa PASTI akan sakit perut kalau telat makan, maka perut Anda akan benar-benar sakit.

Coba Anda mengingat kembali ketika Anda berpuasa, Anda dalam keadaan pasrah kepada Tuhan dan tidak ada pikiran akan maag kalau telat makan. Dan apa yang terjadi? Anda benar-benar tidak menderita maag. Banyak saudara-saudari Muslim yang berpuasa selama 1 bulan, dan kebanyakan dari mereka tidak maag.

Saya sendiri setelah mendapatkan pencerahan dalam doa, pernah mencoba tidak makan apapun selama lebih dari 24 jam, hanya minum air putih saja, dan saya mendapati diri sendiri baik-baik saja (padahal saya dulu “berbakat” kena maag).

Dan tahukah Anda apa menu buka puasa saya di keesokan harinya (sarapan)? Saya sarapan 1 buah nanas segar. Penderita asam lambung pasti takut dengan buah yang satu ini khan apalagi jika belum makan nasi?! 🙂

Jadi mulai dari sekarang, jangan percaya lagi bahwa kita harus makan tepat waktu supaya tidak maag. Miliki keyakinan sama saat Anda sedang berpuasa, maka Anda akan aman-aman saja.

 

Menghapus Program Sugesti Lama Butuh Perjuangan

Setelah saya mengetahui rahasia tentang efek pikiran dan perasaan terhadap maag, saya langsung menghilangkan sugesti lama yang meyakini: makan tidak tepat waktu bisa menyebabkan maag. Saya kemudian menggantinya dengan sugesti dan keyakinan baru, yaitu:

1. Makan tidak HARUS tepat waktu (apalagi dengan jadwal ketat).
2. Santai saja kalau belum makan. Jangan cemas, jangan khawatir.
3. Pasrahkan ke Tuhan, lalu alihkan perhatian ke hal yang lebih penting daripada ke rasa lapar/senap/sakit.

Di minggu pertama menjalankan program sugesti baru, saya masih merasakan rasa nyeri, bukan langsung berganti ke rasa senap. Saya memakluminya karena sugesti lama telah tertanam lama di bawah sadar saya. Ia telah menjadi “program” yang kuat dan susah untuk dihapus.

Di saat rasa nyeri melanda, saya tetap berpegang teguh pada keyakinan baru, berdoa (tapi tanpa rasa khawatir, tanpa rasa takut lagi), dan segera mengalihkan perhatian ke pekerjaan, menonton tv, dan lain-lain. Makin berlama-lama fokus pada maag, makin menjadi-jadi pula rasa sakitnya. Namun, ketika saya “cuek”, tidak berapa lama kemudian, rasa sakitnya hilang.

Ini sama saja dengan ketika kita berpuasa. Saat kita menahan rasa lapar dengan rasa syukur dan bangga karena menjalankan ibadah (alias: pikiran dan perasaan positif), kita tidak memikirkan ke belum makannya, tapi langsung beralih ke hal lainnya seperti pekerjaan, hobi, main game, atau ngobrol-ngobrol.

Ketika berpuasa kita sudah mensugesti bahwa yang kita lakukan ini baik dan akan membawa berkat. Karena sugestinya positif, maka tidak ada perasaan takut dan khawatir yang akan memicu produksi asam lambung berlebih. Karena tidak ada produksi asam lambung berlebih, maka tidak ada yang namanya maag  🙂

 

Abaikan Sugesti Negatifnya, Jangan Dilawan!

Meladeni sugesti negatif hanya akan memperkuat keberadaannya dan membuat Anda capek sendiri.

Sama seperti misalnya ada orang yang mengajak Anda bertengkar, jika Anda ladeni ada 2 kemungkinan yang terjadi, yaitu Anda kalah atau Anda menang. Jika pun Anda menang, Anda tetap rugi karena “pertempuran” ini menguras energi fisik, pikiran dan perasaan Anda.

Misal: ketika ada sugesti di hati “Aku belum makan, aduh nanti perutku bisa sakit!”… Anda jangan meladeninya dan jangan sekali-kali melawannya. Langsung saja alihkan perhatian ke hal lainnya.

Ingat, jangan melawan sugesti negatif karena “menang jadi arang, kalah jadi abu” juga berlaku di sini. Jadi lebih baik Anda cuekin saja. Segera “putus hubungan” darinya supaya tidak mengikuti Anda terus menerus, karena toh tidak penting dan menyengsarakan hidup Anda saja  🙂

 

Jaga Pola Makan & Gaya Hidup Anda untuk Memulihkan Saluran Cerna

Selain memasang program sugesti baru, saya juga menjaga pola makan & gaya hidup, karena saya tahu bahwa maag yang telah saya derita cukup lama TELAH berdampak negatif pada saluran cerna saya. Pola makan dan gaya hidup yang salah, adanya asam lambung berlebih, serta bakteri merugikan yang meningkat, telah meninggalkan sisa-sisa kerusakan di saluran cerna saya.

Jadi supaya tubuh memiliki kesempatan melakukan “self healing” (menyembuhkan diri sendiri), saya tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu keras dan berbahaya bagi pencernaan. Untuk mendukung proses penyembuhan, saya menghindari dulu segala jenis junk food, soft drink, jajanan gorengan di jalan, kopi, mie, yang dingin-dingin es, dan yang pedas-pedas.

Saya juga menghindari begadang dan tidak melakukan aktivitas berat sehabis makan besar.

Puji syukur kepada Tuhan, dengan mengendalikan pikiran dan perasaan, memiliki program sugesti baru, mengubah kebiasaan serta menjaga pola makan, saya bisa sembuh total dari maag dalam waktu kurang lebih 1 bulan secara alami dan tanpa efek samping!

 

Apa yang Terjadi Jika Anda Hanya Mengandalkan Obat Sintetis untuk Maag?

Antasida dikenal sebagai obat sintetis untuk mengobati gejala maag. Ia juga digunakan untuk mengobati penyakit refluks gastroefagus (GERD) dan penyakit ulkus peptik (PUD).

Antasida memiliki banyak nama di pasaran tapi mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan mereknya di sini.

Sama seperti obat-obatan lainnya, antasida juga memiliki efek samping jika dikonsumsi berlebih ataupun rutin (dipakai oleh penderita maag kronis).

1. Gangguan Jaringan Otot
Efek samping antasida paling umum akibat terlalu sering dikonsumsi adalah otot berkedut, terasa lemah, dan nyeri otot. Ini karena adanya kelebihan kalsium, magnesium, dan fosfor dalam aliran darah.

Jadi menggunakan antasida dalam dosis tinggi atau terlalu sering bisa mengubah keseimbangan dan menimbulkan gangguan otot. Tingkat keparahan gejala dipengaruhi oleh dosis antasida dan lama penggunaannya.

2. Hiperkalsemia
Antasida mengandung kalsium karbonat. Oleh karena itu, jika penggunaannya terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh kelebihan kalsium (hiperkalsemia).

Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal dan pengendapan kalsium di seluruh organ tubuh, terutama ginjal. Menumpuknya kalsium di ginjal, saluran cerna, dan paru-paru terutama di pembuluh darah dapat merusak fungsi organ tubuh karena aliran darah yang buruk dan bahkan menyebabkan kegagalan organ.

3. Menyebabkan Infeksi
Fungsi asam lambung selain mencerna makanan juga berperan untuk menghancurkan bakteri yang terkandung di dalam makanan. Jika asam lambung ini dinetralkan secara berlebihan oleh antasida, bakteri di lambung akan meningkat dan menimbulkan infeksi.

Bakteri yang bertahan di dalam lambung bisa menimbulkan berbagai masalah pencernaan seperti, gastroenteritis dan diare. Infeksi bakteri di lambung juga bisa menyebabkan Anda menderita penyakit pernapasan bagian atas, karena bakteri mungkin saja naik ke saluran pernapasan.

4. Gangguan Pernapasan
Antasida yang mengandung kalsium karbonat dapat meningkatkan pH di alirah darah Anda sehingga bisa menyebabkan pernapasan menjadi lebih lambat.

Selanjutnya, oksigen yang diterima tubuh akan berkurang akibat tidak dapat bernapas dengan normal dan kondisi ini bisa mengganggu aktivitas Anda.

5. Osteoporosis
Penggunaan antasida yang berlebihan dan rutin juga meningkatkan risiko osteoporosis walaupun pemakainya belum tua. Antasida mengandung alumunium yang dapat mengurangi jumlah kalsium dan fosfat dari tubuh.

Kalsium dan fosfat adalah mineral penting dalam membuat tulang jadi padat. Kalau jumlahnya menurun, maka akan sangat mungkin Anda mengalami osteoporosis atau gangguan kesehatan tulang lainnya.

6. Sembelit (Konstipasi) ataupun Diare
Sembelit adalah salah satu gejala yang paling umum dari penggunaan antasida yang berlebihan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh jenis antasida yang mengandung kalsium atau alumunium. Sembelit akan terus berlanjut selama antasida dikonsumsi. Antasida juga dapat menyebabkan diare, terutama antasida yang mengandung magnesium.

7. Batu Ginjal
Antasida membuat tubuh membuang kelebihan kalsiumnya melalui urin. Tapi hal ini justru membuat kalsium yang dikeluarkan melalui urin tertumpuk di ginjal. Penumpukan ini yang bisa menjadi batu ginjal.

Oleh karena itu, penderita gangguan ginjal harus menghindari penggunaan antasida karena dapat mengganggu fungsi ginjal yang dapat meningkatkan racun di aliran darah.

Nah, itulah yang terjadi jika Anda hanya mengandalkan obat maag sintetis untuk mengobati maag. Melihat efek sampingnya yang cukup mengerikan, ini sama saja dengan mengatasi masalah dengan menambah masalah. Oleh karena itu, lebih baik Anda memakai obat maag alami.

 

Pakai Obat Alami, Jaga Pola Makan & Gaya Hidup, Serta Ubah Sugestinya Baru Anda Bisa Sembuh Total

Obat alami yang bisa Anda pakai untuk mengobati maag ada banyak, seperti misalnya tanah liat, minyak kelapa murni (VCO), madu asli, ekstrak gamat, dan propolis. Silahkan dipilih satu atau dua macam, mana yang menurut Anda cocok dan bisa Anda dapatkan.

Jika Anda bisa mengobati maag Anda sendiri tanpa perlu dukungan, Anda bisa mendapatkan semua obat alami di atas di apotek atau toko obat herbal terdekat.

Tapi jika Anda butuh dukungan orang lain (konsultasi rutin) karena maag yang Anda derita cukup bandel dan parah, lebih baik Anda membeli obat alami di atas dari master atau pakar herbal, ahli nutrisi atau konsultan MLM (yang memiliki hati seorang konsultan, bukan sekedar hati seorang sales).

Anda juga bisa mendapatkan obat alami di atas serta dukungan pribadi dengan bergabung di group WA khusus maag di link ini: bit.ly/areabebasmaag

Mengganti obat sintetis dengan obat alami adalah langkah baik, tapi ini saja tidak akan cukup. Mengobati maag hanya dengan obat alami tidak akan bisa menyembuhkannya secara total dan permanen. Anda juga harus merubah pola makan dan gaya hidup tidak sehat serta merubah pola pikir Anda yang salah.

Anda jangan melawan hukum alam atau kodrat Anda. Contoh: Anda butuh dan harus makan setidaknya 3 kali sehari. Anda harus melakukannya supaya sehat dan hidup. Tapi jika Anda makan berlebihan atau makan yang tidak sehat, sudah PASTI perut Anda akan sakit karena hukum alamnya memang begitu.

Anda sudah belajar dari pengalaman saya yang telah saya bagikan di sini. Jadi untuk bisa sembuh total dan permanen seperti saya, Anda harus:

1. Ganti obat sintetis dengan obat alami.
2. Rubah pola makan (bukan diet) & gaya hidup tidak sehat Anda.
3. Rubah pola pikir atau keyakinan (persepsi) Anda yang salah.

 

Penundaan Bisa Merusak Hidup & Membunuh Anda!

Di awal-awal, maag atau gangguan lambung lainnya memang tidak membahayakan. Tapi jika disepelekan bahkan tidak ditangani secara alami, maag dan gangguan lambung lainnya bisa meningkat jadi kondisi yang merusak kebahagiaan dan hidup Anda. Bahkan ujung-ujungnya bisa membunuh Anda.

Inilah yang terjadi dengan dokter Ryan Thamrin yang adalah presenter acara Dokter Oz Indonesia. Beliau meninggal karena penyakit maag akut yang telah dideritanya cukup lama (kronis).

Menurut sepupunya, Doni Aprialdi, dr Ryan telah menderita maag selama satu tahun terakhir dan menjalani pengobatan di sejumlah rumah sakit di Pekanbaru dan Malaka.

Walaupun seorang dokter, tapi oleh karena beliau tidak menangani maagnya secara holistik, beliau akhirnya meninggal dunia.

Ternyata sakit maag adalah penyakit yang cukup serius jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, jangan sepelekan dan jangan menunda-menunda pengobatan Anda secara medis holistik. Karena kondisi Anda pelan tapi pasti, akan menjadi lebih parah dari sebelumnya. Jika sudah lebih parah, pengobatannya pun akan lebih lama, lebih susah dan pasti lebih mahal!

Selesaikan sekarang, jangan menunda! Penundaan bisa merusak dan membunuh Anda!

Jika Anda masih bingung bagaimana memulai pengobatan atau pengobatan alami apa yang cocok untuk Anda (karena tiap orang memiliki kondisi dan metabolism yang berbeda-beda), silahkan Anda bergabung di group WA khusus maag untuk mendapatkan dukungan pribadi di link ini: bit.ly/areabebasmaag.

Healindonesia, Dt Awan (Andreas Hermawan)