Pilih mana yang cocok dengan kondisi Anda saat ini, klik untuk melihat solusinya berdasarkan pilihan Anda:

⇒ Saya dinyatakan positif HIV, tapi tidak merasakan gejala penyakit apapun.

⇒ Saya dinyatakan positif HIV, CD4 saya rendah, tapi tidak merasakan gejala penyakit apapun.

⇒ Saya dinyatakan positif HIV dan merasakan gejala ringan seperti misal: pilek dan batuk, diare ringan, berat badan turun, gatal-gatal.

⇒ Saya dinyatakan positif HIV dan merasakan tanda-tanda menengah seperti misal: jamur di mulut, penyakit kelamin, badan lemas, demam terus-menerus, diare tanpa henti, Steven Johnson’s Syndrome.

⇒ Dinyatakan positif HIV dan kondisi parah (saya teman/keluarga yang mewakili penderita): tidak bisa bangkit dari tempat tidur, kerusakan organ tertentu, tinggal kulit pembalut tulang, atau bahkan koma.

 

HIV+ Tapi Tidak Merasakan Gejala Apapun

Sebenarnya Anda tidak sakit apapun. Jadi Anda tidak perlu konsumsi ARV, konsumsi obat, herbal, atau suplemen apapun.

Mengapa Anda dinyatakan postitif itu bisa karena hasil test HIV reaktif ditambah faktor ASUMSI (bukan ilmu pasti), misal:

  • Pasangan Anda HIV+ atau suka “jajan”.
  • Anda dulu atau sekarang pengguna narkoba suntik.
  • Anda pernah “jajan”.
  • Anda gay, lesbi, atau heteroseksual.
  • Anda memiliki tato.

Tapi jika Anda merasa ‘aman’ dan tenang jika mengkonsumsi herbal atau suplemen, untuk berjaga-jaga Anda cukup mengkonsumsi minyak kelapa murni atau VCO (Virgin Coconut Oil) 2×1 sendok makan di pagi hari dan sebelum tidur malam. Contoh VCO yang sudah terjamin kualitasnya, bersertifikat dan 100% asli organic bisa Anda lihat DI SINI.

Untuk level kondisi seperti ini, yang paling penting bukannya mengobati penyakit karena Anda tidak sedang sakit. Yang paling penting adalah memberikan ‘pencerahan’ ke diri sendiri. Anda perlu tahu tentang HIV/AIDS yang sebenarnya dari sisi Aidsdenialist sehingga Anda tidak menipu diri sendiri dan meyakini bahwa Anda sakit.

Untuk mendapatkan ‘pencerahan’ mengenai hal ini, Anda bisa langsung melanjutkan ke materi “Menguak Mafia Kesehatan Kasus HIV/AIDS” dan materi-materi sesudahnya.

Selain itu, Anda juga perlu motivasi dari komunitas para Odha tanpa ARV dan para pakar Aidsdenialist.

 

HIV+, CD4 Rendah, Tapi Tidak Ada Gejala Apapun

Anda tidak sedang sakit. CD4 rendah (di bawah 200) belum tentu menandakan bahwa seseorang sedang sakit. Orang yang sehat pun bisa juga memiliki CD4 rendah.

Bukan hanya itu, semua orang (bukan hanya Odha) ketika sedang stress, sakit flu, hepatitis, cacar, kanker, dan menderita penyakit umum lainnya juga bisa turun kadar CD4-nya.

Untuk mendapatkan pencerahan mengenai hal ini, silahkan Anda baca:

Jadi sebenarnya Anda tidak perlu konsumsi herbal atau suplemen apapun. Yang perlu Anda lakukan adalah menjaga pola makan dan gaya hidup Anda.

Tapi jika Anda merasa ‘aman’ dan tenang jika mengkonsumsi herbal atau suplemen, untuk berjaga-jaga Anda cukup mengkonsumsi minyak kelapa murni atau VCO (Virgin Coconut Oil) 2×1 sendok makan di pagi hari dan sebelum tidur malam. Contoh VCO yang sudah terjamin kualitasnya, bersertifikat dan 100% asli organic bisa Anda lihat DI SINI.

Untuk level kondisi seperti ini, yang paling penting bukannya mengobati penyakit karena Anda tidak sedang sakit. Yang paling penting adalah memberikan ‘pencerahan’ ke diri sendiri. Anda perlu tahu tentang HIV/AIDS yang sebenarnya dari sisi Aidsdenialist sehingga Anda tidak menipu diri sendiri dan meyakini bahwa Anda sakit.

Untuk mendapatkan ‘pencerahan’ mengenai hal ini, Anda bisa langsung melanjutkan ke materi “Menguak Mafia Kesehatan Kasus HIV/AIDS” dan materi-materi sesudahnya.

Selain itu, Anda juga perlu motivasi dari komunitas para Odha tanpa ARV dan para pakar Aidsdenialist.

 

HIV+ dan Merasakan Gejala Ringan

Anda memang sakit, tapi bukan karena HIV karena HIV itu tidak ada. Yang ada adalah penyakit umum yang ‘diparnoin’ sebagai HIV.

Penjelasan dan bukti bahwa HIV itu tidak ada bisa Anda baca di materi:

Anda saat ini mengalami kondisi sakit ringan bisa jadi karena: Anda stress berat dengan status Odha yang harus ditanggung seumur hidup, Anda sedang terlalu capai beraktivitas, sedang musim pancaroba (menjelang musim hujan), Anda tertular flu orang lain, atau karena efek samping obat yang Anda minum. Jadi jangan langsung berpikir ‘parno’ bahwa ini adalah karena HIV-nya sedang ‘mengganas’.

Untuk kasus penyakit ringan, pengobatannya lebih gampang dan akan lebih cepat terlihat hasilnya.

Anda cukup mengkonsumsi minyak kelapa murni atau VCO (Virgin Coconut Oil) 4×1 sendok makan sehari, yaitu pagi 1 sdm, siang 1 sdm, sore 1 sdm dan sebelum tidur malam 1 sdm. Anda bisa mengkonsumsinya setengah jam sebelum makan atau 1-2 jam sesudah makan. Contoh VCO yang sudah terjamin kualitasnya, bersertifikat dan 100% asli organik bisa Anda lihat DI SINI.

 

HIV+ dan Merasakan Kondisi Sakit Menengah

Yang dimaksud dengan kondisi sakit menengah adalah Anda menderita satu atau lebih penyakit yang membuat Anda tidak bisa bekerja, harus istirahat di rumah atau RS dan harus segera diobati, karena jika cukup lama dibiarkan bisa berkembang menjadi penyakit yang mematikan.

Melihat kondisi ini, Anda memang sakit, tapi bukan karena HIV karena HIV itu tidak ada. Yang ada adalah penyakit umum yang ‘diparnoin’ sebagai HIV.

Penjelasan dan bukti bahwa HIV itu tidak ada bisa Anda baca di materi:

Anda saat ini mengalami kondisi sakit menengah bisa jadi karena: Anda stress berat bertahun-tahun dengan status Odha yang harus ditanggung seumur hidup, Anda tertular penyakit orang lain, karena efek samping obat yang Anda minum, pola makan dan gaya hidup Anda yang tidak sehat, atau karena memang Anda sedang menderita penyakit umum yang wajar diderita semua orang. Jadi jangan langsung berpikir ‘parno’ bahwa ini adalah karena HIV-nya sedang ‘mengganas’.

Untuk kasus penyakit menengah, pengobatannya secara umum (untuk level menengah) bisa dengan:

  1. Propolis Tablet 3×2 tablet setengah jam sebelum makan atau 1-2 jam sesudah makan. Contoh propolis tablet kelas premium yang biasa saya resepkan bisa Anda lihat di link http://healindonesia.com/produk/hdi-bee-propolis-60-tablet/
  2. Tiga hari pertama konsumsi minyak kelapa murni atau VCO (Virgin Coconut Oil) 4×1 sendok makan sehari, yaitu pagi 1 sdm, siang 1 sdm, sore 1 sdm dan sebelum tidur malam 1 sdm. Anda bisa mengkonsumsinya setengah jam sebelum makan atau 1-2 jam sesudah makan. Hari ke 4 dan seterusnya, konsumsi 4×2 sendok makan sehari. Contoh VCO yang sudah terjamin kualitasnya, bersertifikat dan 100% asli organik bisa Anda lihat DI SINI.
  3. Terapkan pola makan Goodway Eating seperti DI SINI.

 

Jika Anda ragu dengan resep alami umum di atas dan butuh resep KHUSUS, serta bimbingan pribadi, silahkan Anda ikut program mentoring pribadi saya di link ini mentoringhiv.dantonawan.com.

HIV+ dan Kondisi Sakit Parah atau Sekarat

Wah, ini harus ditangani super serius. Jangan terlalu perhitungan dengan harga herbal, terapi, atau suplemen yang saya sarankan karena penderita sedang sekarat.

Resep alami untuk kondisi parah seperti ini adalah:

  • Propoelix Plus 3×1 kapsul setengah jam sebelum makan atau 1-2 jam sesudah makan.
  • HDI Clover Honey 3×1 sendok makan yang bisa dicampur ke jus sayur (tanpa es atau tidak dingin es) setengah jam sebelum makan atau 1-2 jam sesudah makan.
  • HDI Royale Jelly Liquid 2×1 sendok teh pagi dan sebelum tidur malam.
  • HDI Pollenergy 3×1 tablet setengah jam sebelum makan atau 1-2 jam sesudah makan.

Detail informasi produk-produk yang diresepkan di atas bisa Anda lihat di link-link berikut ini:

Selain menggunakan produk-produk alami di atas, terapkanlah pola makan Goodway Eating seperti DI SINI.

Jika Anda ragu dengan resep alami umum di atas dan butuh resep KHUSUS, serta bimbingan pribadi, silahkan Anda ikut program mentoring pribadi saya di link ini mentoringhiv.dantonawan.com.

Anda bisa melihat contoh penggunaan produk perlebahan di atas dari kesaksian di bawah ini:

 

HIV + TB: Dari Koma, 2 Hari Bisa Sadar dan CD4 Naik Signifikan

Gadis yang berinisial IC, 21 tahun adalah seorang mahasiswi dari kota Manado yang kuliah di Malang. Sekitar bulan April 2014 dia mengalami panas tinggi dan panasnya tidak turun melainkan merambat naik dan tidak pernah reda. Bulan Mei 2014 dia masuk rumah sakit karena demam yang tidak kunjung turun, sesak nafas dan batuk. Oleh dokter setempat diberikan pengobatan tetapi tidak terjadi perubahan malah semakin parah. Setelah melalui berbagai pengecekan ditemukan bahwa dia menderita HIV positif dan TB.

Masuk rumah sakit selama 3 minggu dan kondisinya menjadi drop. Muntah terus-menerus, tidak bisa makan dan diberikan bantuan oksigen karena sesak nafas. Karena semakin parah akhirnya dibawa pulang oleh orang tuanya ke Manado.

Sampai di Manado langsung ditangani oleh dokter ahli penyakit HIV/AIDS. Sesak nafas bertambah parah muntah terus menerus sehingga harus diinfus. Obat penurun panas yang diberikan sudah tidak berfungsi lagi. Demam tubuhnya mencapai 41 derajat celcius. Diberikan pengobatan ARV. Dia mengalami kondisi tidak sadarkan diri selama 2 hari. Waktu diperiksa ternyata virus di otaknya sudah mencapai 90%. Kepalanya terasa nyeri, tidak bisa digerakkan dan panas tubuh yang berkepanjangan. Saat diperiksa CD4 nya hanya 4 dan setelah 2 minggu di RS dengan terapi medis, CD4-nya hanya naik menjadi 5.

Orang tua IC mendengar kabar bahwa saya pernah menangani pasien HIV/AIDS dan hasilnya memuaskan. Oleh karena itu, orang tua pasien mencari keberadaan saya. Saat pertama kali saya melakukan kunjungan, penderita sudah terbaring lemas di ranjang, tidak bisa bangun, dan tidak bisa membuka matanya. Kalau membuka mata pusing dan sakit kepala. Saya sarankan menggunakan Propoelix Plus 3×1, Pollenergy 3×1, Clover Honey 3×1 dan Royal Jelly Liquid 2×1. AJAIB, hari kedua penderita sudah bisa membuka mata (foto terlampir) dan berjalan ke kamar mandi. Dalam waktu 1 minggu mengkonsumsi CD4-nya meningkat drastis menjadi 78.

Puji Syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, semua karena kuasaNYA yang begitu ajaib melalui pengobatan dari alam. Sebagai seorang medis, saya melihat produk perlebahan sangat membantu pasien-pasien yang saya tangani. Bukan hanya daya tahan tubuh meningkat tetapi mereka memiliki harapan hidup lebih lama sehingga bisa berkarya lebih banyak.

Diceritakan oleh dr Geertje Rauw (kepala penanggulanan HIV AIDS Kota MANADO)

 

Apa Bisa Obat Alami Digabung dengan Obat Kimia?

Dalam kebanyakan kasus, pemberian obat kimia sebenarnya tidak diperlukan, kecuali Anda dan keluarga ragu untuk stop ARV atau obat sintetis lainnya. Jadi demi kenyamanan psikis Anda dan keluarga, silahkan Anda mengkonsumsi obat kimia dan juga obat alami, berikan jarak 2 jam antara konsumsi obat alami dengan obat kimia.

Tapi lain lagi kasusnya jika ARV menimbulkan efek samping yang parah kepada Anda. Jika dari sejak minum ARV kondisi Anda jauh lebih parah dari sebelumnya, lebih baik di stop saja karena sudah jelas-jelas ARV tidak cocok dengan Anda. Ciri utama tubuh Anda menolak ARV adalah kulit yang makin hitam atau dalam bahasa medisnya Anda menderita Steven Johnson Syndrome.

Jika Anda ragu dengan resep alami umum di atas dan butuh resep KHUSUS, serta bimbingan pribadi, silahkan Anda ikut program mentoring pribadi saya di link ini mentoringhiv.dantonawan.com.

©2019 DutaSehat.com all rights reserved.

WhatsApp chat

Masuk dengan data akun Anda

atau    

Lupa rincian login Anda?

Buat Akun

%d blogger menyukai ini: