Seperti yang saya ceritakan sebelumnya bahwa saya mendapatkan “pencerahan” tentang maag ketika curhat dengan Tuhan. Dari sini saya mendapatkan 3 mitos tentang maag yang diajarkan oleh para dokter konvensional dan orangtua kita, yaitu: 1) Maag tidak bisa disembuhkan total & permanen, 2) Kita HARUS makan tepat waktu supaya tidak maag, 3) Penderita maag tidak boleh konsumsi yang berminyak.

 

Mitos 1: Maag Tidak Bisa Disembuhkan Total & Permanen

Secara medis konvensional memang maag tidak bisa disembuhkan secara total dan permanen. Anda hanya bisa mengontrol supaya maag tidak kumat melalui tidak makan sembarangan dan obat-obatan kimia.

Namun saya mendapati bahwa dalam pengobatan alternatif dan medis holistik, maag termasuk penyakit yang “mudah” disembuhkan dengan bantuan terapi herbal, pengaturan diet, dan lainnya.

Jumlah orang yang sembuh dari maag ketika memakai pengobatan alternatif dan holistik, sudah makin banyak, termasuk kesaksian kesembuhan saya sendiri. Bahkan ada pula beberapa pasien saya yang sembuh dari maag hanya dengan terapi tanah liat, yaitu mengkonsumsi tanah liat dengan dosis tertentu selama beberapa hari. Cara unik untuk sembuh dari maag bukan?!

Jadi, jika ingin mengalami kesembuhan total dan permanen atas maag yang Anda derita, janganlah memakai pengobatan medis konvensional. Sekalipun datang ke 1000 dokter konvensional (termasuk yang sudah tingkat profesor), Anda tidak akan pernah bisa sembuh total.

 

Mitos 2: Kita HARUS Makan Tepat Waktu Supaya Tidak Maag

Manusia tidak dikodratkan Tuhan HARUS makan tepat waktu. Jika memang kita harus makan tepat waktu, berarti sejarah akan memperlihatkan bahwa orang-orang miskin dan kelaparan yang tidak makan lebih dari sehari, atau sering telat makan, PASTI akan menderita maag. Tapi ternyata realitanya berkata lain.

Seluruh hewan juga tidak tepat waktu makannya, tapi mereka tidak menderita maag.

Apakah Anda pernah puasa? Dari sejak dahulu kala sampai sekarang, orang-orang yang menjalankan ibadah puasa, kebanyakan tidak menderita maag, padahal saat berpuasa, kita tidak makan sesuai jadwal kebiasan kita.

Jadi tidak makan tepat waktu SEBENARNYA tidak bisa menyebabkan kita menderita maag. Ketika kita tidak makan tepat waktu dan lapar, sensasi yang seharusnya terjadi adalah rasa “senap” di perut, bukan rasa nyeri/sakit.

Sebagai “alarm tubuh” yang memberitahukan bahwa kita perlu makan, timbullah rasa senap. Dan seringkali ada bunyi keroncongan di perut. Rasa senap ini memang tidak nyaman, tapi tidak sampai terasa sakit. Ia mulai terasa sakit apabila kita:

  1. Dilanda khawatir, cemas, atau takut.
  2. Yakin bahwa PASTI sebentar lagi perut akan sakit karena telat makan.

 

Dilanda perasaan cemas akan sakit perut jika telat makan, akan memicu produksi asam lambung berlebih.

Ketika kita TERBIASA mensugesti diri sendiri atau yakin bawa PASTI akan sakit perut kalau telat makan, maka perut Anda akan benar-benar sakit.

Coba Anda mengingat kembali ketika Anda berpuasa, Anda dalam keadaan pasrah kepada Tuhan dan tidak ada pikiran akan maag kalau telat makan. Dan apa yang terjadi? Anda benar-benar tidak menderita maag. Banyak saudara-saudari Muslim yang berpuasa selama 1 bulan, dan kebanyakan dari mereka tidak maag.

Saya sendiri setelah mendapatkan pencerahan dalam doa, pernah mencoba tidak makan apapun selama lebih dari 24 jam, hanya minum air putih saja, dan saya mendapati diri sendiri baik-baik saja (padahal saya dulu “berbakat” kena maag).

Dan tahukah Anda apa menu buka puasa saya di keesokan harinya (sarapan)? Saya sarapan 1 buah nanas segar. Penderita asam lambung pasti takut dengan buah yang satu ini khan apalagi jika belum makan nasi?! 🙂

Jadi mulai dari sekarang, jangan percaya lagi bahwa kita harus makan tepat waktu supaya tidak maag. Miliki keyakinan sama saat Anda sedang berpuasa, maka Anda akan aman-aman saja.

 

Mitos 3: Penderita Maag Tidak Boleh Konsumsi yang Berminyak

Tidak semua minyak atau lemak itu jahat, ada lemak yang baik ada juga lemak yang jahat (tidak menyehatkan). Bahkan, tubuh kita butuh sekali lemak untuk bisa melarutkan vitamin A, D, E, dan K karena keempat vitamin tersebut hanya bisa larut dalam lemak, bukan air. Jadi jika Anda diet rendah lemak atau menghindari lemak, maka kita akan kekurangan 4 vitamin tersebut dalam tubuh kita.

Selain itu, bahan dasar hormon dan sel kita juga ada dari lemak. Jadi jika kita kekurangan lemak, otomatis tubuh kita akan kekurangan bahan untuk membentuk hormon dan sel-sel tubuh, yang pada ujungnya membuat kita sakit-sakitan dan akhirnya mati juga.

Nah, seperti yang saya katakan dari awal bahwa tidak semua minyak atau lemak itu jahat, ada lemak yang baik ada juga lemak yang jahat. Lemak yang baik dan tidak akan memperparah kondisi maag, contohnya yaitu minyak kelapa biasa, minyak kelapa murni (vco), minyak almond, minyak wijen, minyak ikan, minyak zaitun, lemak hewan, dan minyak/lemak lainnya yang bisa dibuat secara tradisional dan bisa dibuat oleh orang-orang jaman dulu.

Lemak yang jahat dan bisa memperparah maag Anda contohnya adalah semua minyak trans, minyak canola, minyak kedelai, minyak jagung dan semua minyak yang hanya bisa dibuat oleh mesin industri modern, perlu proses kimiawi dan disuling berulang-ulang.

Saya sendiri meresepkan virgin coconut oil (vco) alias minyak kelapa murni ke pasien-pasien maag saya seperti contoh chat di bawah ini:

 

Seperti Anda lihat dari chat di atas, vco bukan hanya untuk mengobati maag saja, tapi juga bisa untuk bronkhitis dan HIV. Luar biasa bukan 😊

Anda bisa membeli vco di apotek atau supermarket terdekat. Tapi jika Anda ragu dengan kualitas di luar sana, Anda bisa membelinya dengan cara klik DI SINI.

©2019 DutaSehat.com all rights reserved.

WhatsApp chat

Masuk dengan data akun Anda

atau    

Lupa rincian login Anda?

Buat Akun

%d blogger menyukai ini: