dr. Hendarmin Aulia, NISc — Setiawaty Bandjarsari

Berawal dari niat untuk membantu banyak orang dari sisi kesehatan, dr. Hendarmin Aulia bersedia menjadi konsultan medis High Desert (HD) di kota Palembang dan sekitarnya. “Saya merasa sudah cukup untuk membantu orang lain melalui bidang saya saja yaitu kesehatan.”

Dokter sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya ini tak pernah menduga bahwa niat tulusnya ini justru mengantar beliau pada sebuah bisnis yang bisa membantu banyak orang tidak hanya dari sisi kesehatan tetapi juga dari sisi kesejahteraan dan pengembangan diri.

 

Anak Muda Saja Bisa

“Saya tahu produk HD bagus. Sebagai konsultan medis, tugas saya membantu meyakinkan setiap orang yang datang konsultasi tentang produk HD. Saya sudah merasa cukup saat melihat banyak orang terbantu kesehatannya melalui produk HD. Tak pernah terpikir untuk menjalankan bisnisnya,” kenang pria kelahiran Muara Enim, 26 Agustus 1953 ini.

“Saat diundang pada acara Convention (Road To Success) tahun 2000, barulah saya menyadari peluang High Desert yang luar biasa untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengembangkan diri saya. Ada beberapa anak muda yang saat itu menunjukkan bukti yang telah mereka raih dari bisnis ini. Pak Julianto, kala itu masih berusia 28 tahun, memiliki pendapatan Rp 40 juta per bulan. Pak Tjandra, 21 tahun, sudah berpenghasilan sekitar Rp 16 juta per bulan. Saya mengawali praktek saya sebagai dokter pada tahun 1990. Namun. apa yang saya peroleh selama 10 tahun sebagai dokter, jauh tertinggal dibandingkan apa yang telah mereka raih,” akunya.

Dokter yang menamatkan S2 di bidang llmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gajah Mada ini menambahkan, “Anak-anak muda ini luar biasa. Usia mereka setara dengan usia saya saat baru lulus kuliah tetapi mereka sudah mandiri dengen bisnis mereka sendiri. Setelah mendapat kesempatan untuk berkenalan largsung, saya merasa tertantang untuk bisa seperti mereka. Dengan latar belakang pendidikan dokter saya merasa memiliki modal uang lebih dibanding mereka sehingga saya yakin dengan mudah bisa melampaui prestasi yang telah mereka raih.”

 

Tidak Ada yang Instan

“Lagi-lagi saya keliru. Saya kira dengan latar belakang medis, saya akan dengan mudah mengejar mereka. Ternyata banyak hal yang harus saya pelajari. Pengetahuan tentang medis hanyalah bagian kecil dari bisnis ini. Justru saya harus menguasai llmu Komunikasi serta kepemimpinan, sesuatu yang minim saya peroleh saat kuliah,” ungkapnya.

Meski sadar bahwa banyak hal yang harus dipelajari tidak membuat dokter berpenampilan kalem ini segera mengikuti pelatihan yang ada. “Saya merasa bukan orang yang pintar ngomong. Saya kira hal ini bisa diserahkan kepada rekan-rekan kerja saya yang pandai bicara. Saya minta mereka untuk belajar dan mengikuti semua training Billionaires. Bahkan, saya biayai mereka datang ke BEST (Billionaires Executive System Training sedang saya tetap di Palembang. Saya kira dengan begini saja sudah cukup.”

Saat jaringannya membutuhkan figur seorang pemimpin, barulah dr. Hendarmin sadar bahwa apa yang dilakukannya selama ini salah besar. “Dokter Hendarmin, pemimpin harus memberikan keteladanannya. Kalau kita meminta orang lain belajar tetapi kita sendiri tidak melakukan, itu bukan karakter seorang pemimpin. Pemimpin harus berani bicara, bertindak dan memberi contoh yang benar, bukan sekedar melayani dan membiayai,” kenangnya saat mengutip saran Tonny Hermawan, upline-nya. Sejak itulah, suami Setiawaty Bandjarsari ini semakin memahami bahwa bisnis ini tidak bisa diraih dengan instan dan mengandalkan orang lain. “Saya sendiri harus belajar, bahkan ikut mengalami jatuh bangun di bisnis ini.”

 

Harapan Itu Masih Ada

Tak pernah timbul dalam benaknya bahwa jaringan cukup besar yang sudah dibangunnya, hilang dalam sekejap. “Saat bencana tsunami terjadi di Aceh bulan Desember 2004, ratusan ribu orang meninggal dan hilang. Saat itu, lebih dari separuh jaringan saya hilang. Saya sangat hancur dan terpukul. Ratusan rekan kerja yang saya cintai, tidak jelas keberadaannya. Saya bingung mencari mereka. Saya hanya pasrah pada Tuhan. Saya yakin ada berkah yang luar biasa dibalik peristiwa ini.”

“Rupanya, musibah tsunami ini juga berdampak pada rekan kerja saya yang di Purwokerto dan Yogyakarta. Seperti efek domino, mereka terkena imbas dari runtuhnya jaringan yang sudah mereka bangun. Di saat seperti inilah, saya menyadari bahwa saja harus ada di tengah-tengah mereka. Saya harus membangkitkan kembali kepercayaan diri mereka. Kejatuhan dan kehilangan memang sakit terasa tetapi kalau kita pernah berhasil membangun suatu jaringan, ketika jaringan tersebut hilang sekejap bukankah kita tinggal mengulanginya saja..?” ujarnya.

Beliau menambahkan, “Saya hanya memikirkan orang-orang yang selamat di jaringan saya. Masih banyak orang yang berharap dan mengandalkan bisnis ini, masa saya harus berhenti? Apalagi akibat bencana ini, mereka tidak tahu harus kemana mencari pekerjaan. Saya yang mengajak mereka bergabung ke bisnis ini dengan harapan adanya peningkatan pendapatan. Kalau akibat pendapatan mereka hilang, saya harus membantu mereka untuk mengembalikan pendapatan mereka yang hilang melalui bisnis HD yang mempunyai moto ‘A Helping People Business’ (bisnis membantu orang).”

 

Persiapan Hari Tua

Satu dasawarsa perjalanan di High Desert, telah memberi beliau lebih dari apa yang pernah dibayangkan. Pengembangan diri, kemampuan memimpin, pengalaman jatuh bangun dalam merintis bisnis dan kesempatan membantu banyak orang.

Ayah dari Kristina Listiyani Aulia, Adrianus Budimulya Aulia dan Yosefa Pratiwi Aulia ini menambahkan, “Saya sangat bersyukur telah diberi kesempatan untuk mengerjakan bisnis ini dengan dukungan penuh dari istri. Selain pengalaman yang benar-benar memperkaya diri saya, bisnis ini juga memberi jaminan untuk hari tua kami nanti. Kami tidak mau, kelak kami hanya berdiam diri menunggu belas kasihan anak. Profesi sebagai dokter tidak selamanya bisa memberi jaminan hari tua. Kalau tidak mulai sekarang kami mempersiapkan diri, kapan lagi..?”

©2019 DutaSehat.com all rights reserved.

WhatsApp chat

Masuk dengan data akun Anda

atau    

Lupa rincian login Anda?

Buat Akun