Penyakit maag atau dispepsia bisa merupakan suatu penyakit psikosomatis (penyakit pikiran–tubuh) atau bisa juga penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif Helicobacter pylori, efek samping obat-obatan, dan pola makan yang salah.

Jika Anda adalah penderita maag, saya mengerti penderitaan Anda. Saya mengerti bagaimana rasanya menderita maag, karena saya dulunya juga penderita maag yang akut dan kronis. Dalam tulisan ini, saya akan berbagi kepada Anda kesaksian dan metode bagaimana saya bisa sembuh total secara alami, aman tanpa efek samping.

 

Saya Mantan Penderita Maag Akut & Kronis

Saya dulu menderita maag mulai dari usia 21 tahun yaitu di tahun 2001. Di masa itu saya belum mengenal sains medis holistik. Penyebab dari sakit maag saya adalah karena sebelumnya di pertengahan tahun 2000 di Singapura saya sering makan TERLALU banyak dan setelah itu melakukan aktifitas berat. Penyebab tambahan lainnya yang bisa memicu serta memperparah maag adalah pikiran dan perasaan khawatir.

Jadi dari sini kita bisa melihat penyebabnya adalah karena pola makan dan gaya hidup tidak sehat serta psikosomatis (oleh karena psikis).

Saya sudah datang ke beberapa dokter konvensional dan meminum obat untuk maag. Saya harus makan tepat waktu: jam 06.00 – 07.00 untuk sarapan, jam 12.00 – 13.00 untuk makan siang, dan jam 18.00 – 19.00 untuk makan malam. Jika telat makan, perut langsung sakit. Jadi ke mana-mana saya membawa roti untuk mencegah telat makan.

Makan pun tidak bisa sembarangan, seperti misalnya: kopi, mie, dan yang pedas-pedas. Jika sedang duduk, saya harus mencari tempat duduk yang ada sandaran punggungnya. Jika saya duduk tanpa ada sandaran punggung, 10 atau 15 menit kemudian maag saya kumat.

Sensasinya tidak main-main, yaitu seperti ada cairan hangat mengalir dari lambung ke usus saya, dan tidak lama kemudian perut saya terasa nyeri sekali. Kalau sudah dalam keadaan seperti itu, mau tidak mau saya harus berbaring. Sekitar 30 menit kemudian, nyeri dan sensasi hangat itu hilang. Gejala maag seperti ini sering datang setiap harinya sehingga mengganggu aktifitas harian saya, seperti bekerja, belajar, dan meeting.

Namun na’asnya, walaupun sudah datang ke beberapa dokter, sudah minum obat-obatan, makan tepat waktu, serta tidak makan sembarangan, maag tetap saja sering datang mengganggu saya.

Saya mulai berpikir bahwa saya tidak bisa terus memakai cara yang sama untuk berhasil sembuh. Saya harus berdoa memohon hikmat untuk memakai cara lain!

Syukurlah Tuhan menjawab doa saya dan cara lain itu adalah melalui sains medis holistik.

Cara ini tidak akan pernah Anda dapatkan di sekolah kedokteran konvensional serta media massa umum. Jadi ini adalah cara/metode pengobatan yang langka. Kabar baiknya, saya akan membagikan rahasianya kepada Anda melalui tulisan ini.

 

Yakin Sembuh dan Bersyukur Atas Penyakit yang Diderita

Tidak peduli apa kata dokter konvensional yang mengatakan bahwa maag saya tidak akan bisa sembuh, saya malah memiliki keyakinan kuat bahwa saya PASTI akan sembuh.

Saya juga bersyukur kepada Tuhan dengan maag ini karena saya YAKIN di balik penderitaan, pasti ada kebaikan menanti saya di depan. Dengan adanya rasa syukur ini, hati saya jadi tenang sehingga mengurangi resiko meningkatnya asam lambung karena kekhawatiran.

Dan ternyata memang benar bahwa di balik penderitaan, pasti ada kebaikan/hikmahnya, yaitu: penyakit maag ini telah membawa saya berkenalan dengan sains alternatif dan holistik. Dengan sains pengobatan yang unik ini, saya bisa mempergunakannya untuk menyembuhkan penyakit orang lain.

Berpikirlah positif. Ambillah hikmah dari sakit yang diderita karena itulah yang Tuhan mau dalam hidup Anda, yaitu Anda makin kuat dan dewasa di tengah-tengah masalah!

Jadi jangan “cemen” lagi ya 😊

 

Berdoa Minta Ampun & Minta Solusinya

Yang namanya maag dan gangguan lambung lainnya itu pasti tidak muncul begitu saja. Ini juga bukanlah jenis penyakit yang ditularkan. Maag dan gangguan lambung lainnya muncul karena KESALAHAN PENDERITANYA SENDIRI!

Ya, benar. Jika Anda menderita maag atau gangguan lambung, itu salah Anda sendiri. Seperti contohnya kasus saya: Saya kena maag karena pola makan dan gaya hidup yang salah. Ditambah lagi pola pikir dan perasaan yang salah/negatif!

Kalau kena maag, Anda tidak bisa menyalahkan orang lain. Anda tidak bisa menyalahkan keadaan dan juga tidak bisa menyalahkan Tuhan atas penyakit ini dengan berkata, “Ini cobaan dari Tuhan”.

Bahkan Anda tidak bisa mengkambinghitamkan setan dengan berkata, “Ini godaan dan serangan setan”. Aduh, saya akan tepok jidat jika ada yang bilang seperti ini.

Jadi ketika berdoa, jangan salahkan siapapun selain diri Anda sendiri. Minta ampunlah kepada Tuhan karena Anda menderita sakit ini karena kesalahan Anda sendiri misal:

  1. Dosa kerakusan yang rakus makan terlalu banyak.
  2. Dosa pengendalian diri yang tidak bisa menahan diri untuk tidak sembarang makan.
  3. Dosa menyepelekan anugerah Tuhan dimana Anda lahirnya sehat dan dikodratkan untuk sehat, tapi itu semua rusak karena Anda yang menyepelekan dan merusaknya sendiri.
  4. Tidak bertanggung jawab dengan tubuh Anda sendiri.

 

Nah, setelah Anda doa minta ampun, barulah Anda PANTAS berdoa untuk minta sembuh!

Dalam doa saya bukan hanya minta sembuh saja, tapi juga minta solusinya. Saya mengajukan permintaan yang benar ketika berdoa. Ini doa saya: “Tuhan, tolong tunjukkan kepada saya bagaimana caranya bisa sembuh dari maag ini secara total!”

Dan beruntungnya saya, Tuhan mengabulkan doa saya tersebut 🙂

 

Proaktif dan Komitmen dengan Solusinya, Jangan Pasif!

Untungnya, saya punya kebiasaan positif yaitu langsung curhat ke Tuhan jika ada masalah. Apapun masalahnya, Tuhan adalah pribadi pertama yang saya datangi, bukan manusia. Manusia itu nomer dua. Tentu saja, sikap seperti ini yang Tuhan suka.

Ketika saya bertanya ke Tuhan, “Apa Engkau menghendaki saya menderita sakit ini seumur hidup?” Dalam hitungan detik, ada keyakinan jauh dalam hati bahwa ini bukan rancangan Tuhan untuk saya menderita maag sampai mati. Dan saya juga diingatkan dengan ayat Firman favorit saya yang berkata “Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan …” Jadi saya memiliki keyakinan bahwa maag ini akan membawa kebaikan buat saya, walaupun saat itu saya belum tahu apa kebaikannya.

Jadi saya syukuri saja maag ini dan mensyukuri untuk kebaikan yang akan datang, entah apa itu, saya belum tahu.

Sehabis doa, saya tidak bersikap pasif. Saya tidak hanya menunggu mujizat datang atau hanya mengandalkan dokter untuk mengobati saya. Saya proaktif mencari sendiri solusi pengobatannya.

Setelah cukup lama berdoa dan mendatangi dokter-dokter untuk bisa sembuh dari maag ini, suatu hari saya bertemu dengan seorang teman di sekolah kedokteran dan dia berkata ke saya, “Andre kamu kalau ada masalah apa-apa khan biasanya cari tahu sendiri solusinya dengan baca buku yang topiknya sama dengan masalah kamu. Kenapa ngga kamu coba cara yang sama untuk maagmu ini?!”

Mendengar itu, saya tergugah dan mengiyakan kata dia. Betul juga, saya harus pelajari sendiri ilmu medisnya atau pengobatannya!

Saya lalu mempelajari buku-buku medis konvensional dan alternatif tentang maag. Saya juga mempelajari tentang psikosomatis. Tapi semua yang saya baca hanya bisa memberikan pengetahuan dan petunjuk acak saja. Belum informasi kesembuhan yang pasti.

Setelah cukup lama komitmen membaca buku-buku yang berhubungan dengan maag, pencernaan dan psikosomatis, suatu hari saya mendapatkan petunjuk PASTI ketika saya berdoa.

Saya lagi-lagi curhat ke Tuhan tentang apa yang sudah saya pelajari dan mengajukan pertanyaan ini, “Tuhan, apa benar Engkau merancang manusia untuk makan on-time dan kalau tidak on-time, Engkau merancang bahwa tubuh kami akan kena maag?”

Saya menanyakan hal ini karena sejak kecil kita diajarkan oleh orangtua bahwa makan harus tepat waktu. Kalau tidak tepat waktu, nanti akan sakit perut. Bukan hanya orangtua, para dokter dan ahli gizi konvensional juga mengajarkan hal yang sama.

Tapi dasar otak saya memang pola pikirnya berbeda dan antimainstream, saya menanyakan kebenaran “ajaran” ini dan untungnya saya bertanya ke Pribadi yang tepat, yaitu Tuhan. Tuhanlah yang menciptakan tubuh kita dan makhluk lainnya jadi Dia-lah yang memegang rahasia hukum alamnya.

Beberapa saat mengajukan pertanyaan tersebut dalam doa, Tuhan langsung menjawab berupa hikmat yang jika diubah berupa kata-kata, Tuhan berkata demikian, “Coba kamu lihat burung-burung di udara dan hewan-hewan lainnya. Apakah selalu mereka makan tepat waktu? Jika tidak makan tepat waktu apakah mereka semua pasti kena maag?”

Saya pun berkata dalam hati, “Ndak Tuhan. Mereka tidak makan tepat waktu dan mereka baik-baik saja.”

Lalu saya diingatkan dengan kasus lainnya dan jika diubah berupa kata-kata, Tuhan berkata demikian, “Coba kamu lihat orang miskin, yang saking miskinnya mereka tidak bisa makan tepat waktu. Di saat ada rejeki, saat itulah mereka baru bisa makan. Nah, jika Aku menciptakan manusia harus makan tepat waktu dan jika tidak tepat waktu mereka akan kena maag, sudah pasti semua orang miskin akan menderita maag.”

Saya pun kagum dengan jawaban itu (dalam bentuk hikmat, bukan kata-kata audible) tapi masih bertanya demikian, “Iya benar juga ya. Terima kasih Tuhan. Tapi kenapa saya dan orang lain bisa sakit perut ketika telat makan ya?”

Tidak perlu lama menunggu, lalu Tuhan menjawab saya dengan hikmat ini, “Aku tidak mendesain tubuh manusia untuk sakit perut ketika makan. Yang Aku desain adalah rasa senap atau keroncongan yang tidak nyaman, tapi itu tidak menyakitkan. Rasa senap ini berubah menjadi rasa sakit ketika manusia memiliki perasaan khawatir/takut yang memicu produksi asam lambung berlebih. Inilah yang disebut psikosomatis dimana kondisi psikis negatif yang membuat tidak ada penyakit jadi ada penyakit serta membuat penyakit kecil jadi lebih besar atau parah.”

Dari sini saya jadi teringat dengan buku medis tentang psikosomatis yang pernah saya baca. Dan saya berkata dengan gembira sekali, “Oh, terima kasih Tuhan. Sekarang saya tahu jawabannya!”

Teman-teman, itulah dahsyatnya doa dalam kehidupan kita. Jika kita tidak pernah putus asa berdoa, dan berdoa dari hati serta penuh iman, maka kita akan mendapatkan jawaban positif dari Tuhan entah dalam bentuk apa. Dalam kasus saya ini, saya mendapatkannya berupa hikmat – pengertian.

Saya tidak diberikan mujizat spontan, yang bisa membuat maag saya hilang secara ajaib dan cepat. Bukan itu yang Tuhan berikan ke saya dan saya juga bersyukur bukan mujizat seperti itu yang diberikan. Sebab jika itu yang diberikan, maka saya tetap jadi orang yang sama dan akan mengulangi kembali kebiasaan (pola makan, gaya hidup, pola pikir) salah saya sehingga cepat atau lambat maagnya bisa kembali lagi.

Dalam doa, saya diberikan hikmat yang para profesor, para dokter dan para ahli gizi sendiri tidak tahu karena tidak diajarkan di sekolah medis mereka.

Masih ada lagi beberapa hikmat tentang maag yang Tuhan berikan ke saya ketika berdoa. Dalam doa, Tuhan juga mengingatkan saya dengan orang-orang yang berpuasa yang jika diubah berupa kata-kata, Tuhan berkata demikian, “Kamu ingat dengan mereka yang berpuasa termasuk ketika kamu berpuasa? Jika Aku memang menciptakan manusia harus makan tepat waktu dengan jadwal yang kaku, kamu dan semua orang lainnya yang berpuasa sudah PASTI akan kena maag karena kalian melawan kodrat kalian.”

Tidak berhenti di sana, Tuhan memberikan saya hikmat tentang jam makan, asam basa suatu makanan, hukum alam pencernaan, tentang sugesti pikiran, tentang suplemen, tentang pola makan dan strategi bagaimana menyembuhkan sakit maag ini secara total untuk selamanya.

Saya sangat bersyukur sekali dengan Tuhan dan SEGERA mempraktekkan apa yang saya dapat dari-Nya.

©2019 DutaSehat.com all rights reserved.

WhatsApp chat

Masuk dengan data akun Anda

atau    

Lupa rincian login Anda?

Buat Akun

%d blogger menyukai ini: