Membedakan Efek Samping, Alergi, Overdosis, dan Proses Penyembuhan

Untuk bisa lebih memahami Goodway Eating Anda perlu mengetahui tentang perbedaan efek samping, alergi, overdosis (terlalu banyak) dan proses penyembuhan.

Metode Goodway jika tepat penggunaannya bisa menyembuhkan berbagai penyakit tertentu. Dan sama seperti konsumsi herbal maupun suplemen, bisa saja akan muncul proses penyembuhan yang tidak nyaman.

Jika Anda panik atau tidak punya pemahaman mendasar tentang hal ini, proses penyembuhan akan Anda kira sebagai efek samping, alergi ataupun overdosis, sehingga Anda pun jadi terdorong untuk stop memakai prinsip Goodway Eating.

 

Apa Itu Efek Samping?

Efek samping adalah suatu reaksi tubuh yang menolak terhadap pengobatan yang diberikan, dan ini biasanya diakibatkan oleh karena pengobatan sintetis atau kimia dimana unsur tidak alami ini dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh. Selain itu, dikatakan efek samping jika suatu pengobatan justru menambah permasalahan kesehatan selain permasalahan utama.

Efek samping memiliki gejala yang mirip dengan proses penyembuhan, alergi, dan konsumsi berlebihan. Jadi untuk membantu Anda menjadi penyembuh yang baik, Anda perlu memahami perbedaan-perbedaan keempat hal tersebut.

 

Perbedaan Efek Samping dengan Proses Penyembuhan

Dalam suatu pengobatan, kita perlu memahami perbedaan antara efek samping dengan proses penyembuhan, karena seringkali keduanya memiliki gejala yang serupa di awalnya, tapi berbeda di akhir prosesnya. Seperti dijelaskan sebelumnya, efek samping adalah suatu reaksi tubuh yang menolak terhadap pengobatan yang diberikan, dan ini biasanya diakibatkan oleh karena pengobatan sintetis atau kimia dimana unsur tidak alami ini dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh.

Sedangkan proses penyembuhan adalah suatu reaksi yang muncul sebagai akibat tubuh sedang memanfaatkan pengobatan untuk menyembuhkan diri sendiri. Reaksi “tidak nyaman” yang muncul selama proses penyembuhan, pada awalnya tubuh akan merasa tidak nyaman, tapi kemudian tubuh menjadi makin membaik dan akhirnya sembuh total ketika meneruskan pengobatan yang diberikan.

Proses penyembuhan ini ada 4 jenis, yaitu:

(1) Proses penyesuaian tubuh, dimana tubuh menyesuaikan sistem metabolisme untuk bisa memanfaatkan pengobatan yang diberikan. Reaksi yang mungkin muncul berbeda-beda pada tiap individu, misal: pusing, mual, sakit perut.

Reaksi-reaksi tidak nyaman ini TERKADANG (tidak selalu) muncul pada orang yang belum pernah atau belum biasa mengonsumsi suplemen yang memiliki kandungan gizi sangat tinggi. Apa Anda pernah memperhatikan seseorang yang tidak pernah melakukan jogging 1 jam kemudian disuruh melakukannya? Apa yang terjadi pada orang tersebut setelahnya adalah ia pasti akan mengalami kaku otot dan jantung berdebar keras tak beraturan. Namun jika ia telah melakukan jogging berkali-kali selama lebih dari sebulan, sensasi tidak nyaman pada otot dan jantungnya akan mulai hilang, dan keduanya malah makin kuat.

Coba Anda bandingkan orang yang tidak biasa minum minuman keras dengan orang yang terbiasa dengannya. Orang yang terbiasa minum minuman keras, tidak akan mudah mabuk dibandingkan yang tidak biasa.

(2) Proses penyerangan, dimana setelah menerima pengobatan, tubuh menyerang kuman atau sel tidak sehat di dalam tubuh. Jadi pengobatan yang dijalani telah meningkatkan sistem imun untuk melakukan “serangan militer” kepada para kuman dan sel-sel yang tidak sehat, misal: sel kanker. Di dunia nyata, yang namanya “peperangan” pasti meninggalkan “bekas-bekas perang” atau juga membuat suasana “memanas”. Nah, di dalam tubuh kita juga demikian. Jadi reaksi yang muncul bisa berupa demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, sakit perut, dan lainnya.

Contoh, untuk menyembuhkan kanker, terkadang sistem imun memutuskan untuk “membakar” sel-sel kanker sehingga kita merasakan demam yang sangat tinggi. Ini memang sangat tidak nyaman dan membuat kita khawatir, namun tubuh kita tahu apa yang harus dilakukannya. Setelah “perang” ini selesai, demam pun lenyap dan sel kanker telah musnah.

(3) Proses detoksifikasi, dimana tubuh mengeluarkan racun atau zat-zat berbahaya dari dalam tubuh ketika/setelah menerima pengobatan. Reaksi yang mungkin muncul: batuk-batuk, pilek, demam, gatal-gatal, borok, banyak mengeluarkan keringat, sering buang air kecil dan besar.

Setelah melewati proses penyerangan, ada banyak sampah-sampah bekas “perang” dan tubuh akan memutuskan untuk membuang sampah-sampah ini keluar. Selain sampah-sampah bekas perang, seringkali ada juga sampah-sampah dari pola makan kita sehari-hari atau stress berkepanjangan. Nah, tubuh memiliki banyak jalur untuk membuangnya, yaitu membuangnya lewat:

  1. mulut bisa berupa reaksi batuk-batuk,
  2. telinga dengan reaksi keluar kotoran telinga,
  3. hidung dengan reaksi pilek,
  4. mata dengan reaksi sering keluarnya kotoran mata berlebih,
  5. kulit bisa berupa reaksi gatal-gatal, borok bernanah, dan keringat berlebih,
  6. alat kelamin dengan reaksi sering buang air kecil,
  7. anus dengan reaksi sering buang air besar atau diare.

Kita ambil contoh, seseorang yang banyak mengkonsumsi junk food, saluran pencernaannya telah kotor dan di beberapa dinding usus telah terjadi penyumbatan. Setelah orang ini mengkonsumsi herbal tertentu untuk memulihkan kesehatan pencernaannya, tubuhnya akan mengeluarkan reaksi detoks untuk mengeluarkan zat-zat kotor dalam pencernaan dan mengikis penyumbatan yang ada. Jadi orang tersebut akan merasakan perutnya seolah-olah “digocoh” sampai sakit, mual, dan diare.

(4) Proses regenerasi, dimana setelah menerima pengobatan, tubuh menganti sel-sel lama dengan sel-sel baru untuk memperbaiki sel, jaringan atau organ yang telah rusak. Reaksi yang mungkin muncul: ganti kulit, badan lemas, dan mengantuk.

Proses regenerasi sangat diperlukan karena selesai proses penyerangan, pasti banyak sel-sel yang mati atau rusak. Regenerasi juga diperlukan pada kasus-kasus penyakit degeneratif atau kecelakaan.

Contoh: ketika patah tulang, kita konsumsi suplemen untuk mempercepat penyembuhan. Nah, tubuh pun akan bereaksi dengan rasa kantuk yang luar biasa supaya kita beristirahat total sehingga energi tubuh bisa difokuskan untuk regenerasi sel tulang, otot, dan sel lainnya yang rusak.

 

Jangan Stop Pengobatan

Proses penyembuhan yang terkadang menimbulkan reaksi-reaksi tidak nyaman di atas, harus dialami oleh tubuh supaya Anda bisa mengalami kesembuhan. Jika Anda merasakan reaksi tidak mengenakkan setelah mengonsumsi suplemen, dan kemudian menghentikan terapi suplemen tersebut, itu sama saja dengan menghentikan proses penyembuhan.

Suatu reaksi bisa dkatakan merupakan suatu efek samping (tubuh menolak pengobatan yang diberikan) apabila setelah melewati 3 hari, kondisi penderita MAKIN BERTAMBAH PARAH pada saat pengobatan diteruskan. Reaksi-reaksi negatif ini biasanya terlihat langsung pada saat penderita mengonsumsi obat-obatan kimia yang tidak cocok dengan tubuh.

Efek samping memiliki gejala AWAL yang mirip dengan proses penyembuhan, namun memiliki akhir yang berbeda. Dalam efek samping, ketika kita meneruskan pengobatan, tubuh akan makin rusak, menimbulkan komplikasi penyakit, bahkan sampai meninggal. Sedangkan dalam proses penyembuhan, ketika kita meneruskan pengobatan, tubuh tidak nyaman di awalnya, tapi kemudian makin sehat dan kita pun sembuh.

Pada awalnya, perbedaan efek samping dan proses penyembuhan memang tipis, jadi Anda perlu hikmat dan pikiran jernih untuk bisa melihatnya. Jika Anda panik, tidak sabar, dan kurang paham tentang reaksi pengobatan, Anda bisa saja langsung menghentikan pengobatan yang ada.

Ingat! Jika Anda mengalami reaksi tidak nyaman seperti ini, kemudian menghentikan pengobatan alami yang dijalani, itu sama saja dengan menghentikan proses penyembuhan. Jadi teruskan pengobatan alami tersebut supaya Anda bisa SEMBUH TOTAL. Tapi jika Anda tidak tahan dengan reaksi tidak nyaman yang ada, Anda bisa mengurangi setengah dari dosis sebelumnya.

 

Perbedaan Efek Samping dengan Alergi

Ada orang yang alergi telur, debu, ikan laut, kacang tanah, dan sebagainya. Jadi alergi merupakan kesalahan sistem imun yang bereaksi salah terhadap sesuatu/beberapa hal yang dianggap “musuh” padahal sebenarnya kawan. Dalam kasus alergi, suatu makanan yang BIASANYA untuk kebanyakan orang tidak menimbulkan masalah kesehatan, malah jadi “racun” sehingga menimbulkan reaksi tidak nyaman dalam waktu singkat.

Jadi ketika Anda mencurigai munculnya suatu reaksi tidak nyaman setelah mengkonsumsi obat/suplemen tertentu, tanyakan ke diri sendiri, apakah obat tersebut jika dikonsumsi KEBANYAKAN “orang normal” memang sering memunculkan reaksi tidak nyaman atau tidak? Jika “Ya”, berarti KEMUNGKINAN besar adalah efek samping. Jika “Tidak”, kemungkinan besar adalah alergi.

 

Perbedaan Efek Samping dengan Overdosis (Konsumsi Berlebih)

Semua orang jika makan kurang, pasti masih lapar. Jika makan cukup, pasti kenyang. Tapi jika berlebihan atau rakus, bisa beresiko sakit perut. Obat/suplemen jika dosisnya kurang, tidak akan membawa kesembuhan. Jika dosisnya cukup akan menyehatkan. Jika dosisnya berlebih akan menambah penyakit.

Sebelum menilai suatu reaksi adalah efek samping atau konsumsi berlebih, jangan lupa untuk menyelidiki dosisnya dulu.

 

Gejala Serupa Tapi Sebenarnya Tak Sama

Dengan penjelasan-penjelasan di atas, Anda tidak lagi menganggap semua reaksi tidak nyaman sebagai efek samping. Bisa jadi reaksi tersebut adalah proses penyembuhan, reaksi alergi atau bisa jadi karena konsumsi berlebih alias overdosis. Gejala serupa, tapi sebenarnya tak sama. Mampu membedakan hal-hal ini akan memiliki dampak besar terhadap kesehatan Anda atau orang lain yang Anda tangani.

Register New Account
Nama (wajib)
Kota

Kota Tinggal

Biografi

Tentang Saya

Reset Password
%d blogger menyukai ini: