Jangan meremehkan santan! Selain membuat makanan dan minuman terasa lebih enak, santan juga memiliki manfaat kesehatan untuk penderita malnutrisi ataupun sirosis hati.

Penelitian yang dilakukan di Indonesia berikut ini telah memberikan buktinya.

Latar belakang: Sirosis hati merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Berkurangnya jumlah sel hati pada sirosis menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah malnutrisi. Di Indonesia, santan menjadi salah satu sumber nutrisi yang cukup popular. Santan diduga memiliki efek hepatoprotektif serta mampu dieliminasi dengan baik oleh pasien sirosis. Diperlukan sebuah penelitian mengenai efek santan terhadap berbagai parameter malnutrisi pada pasien sirosis hati.

Metode: Penelitian ini adalah uji klinik acak terkontrol dengan desain paralel. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta pada Februari hingga Maret 2014. Pasien diberikan makanan ringan tengah malam berupa agar yang mengandung 25 gram gula beserta tambahan santan 50 cc pada kelompok I (perlakuan) dan tambahan minuman yang mengandung 25 gram gula pada kelompok II (kontrol). Variabel yang diukur untuk melihat beda perubahan status gizi antara kedua kelompok adalah ketebalan lipatan kulit trisep, lingkar otot lengan tengah, indeks massa tubuh (IMT), masa lemak tubuh (MLT), kadar prealbumin serta kadar albumin serum.

Hasil: Sebanyak 35 pasien sirosis hati terlibat dalam penelitian ini sampai selesai. Terdapat tiga parameter status gizi yang meningkat lebih baik pada kelompok yang mendapatkan makanan ringan tengah malam dengan kombinasi karbohidrat dengan santan, dibandingkan pemberian karbohidrat saja. Ketiga parameter itu ialah rerata (SB) lingkar otot lengan tengah sebesar 9,41 (6,43) mm pada kelompok I dan 4,68 (5,76) mm pada kelompok II, p = 0,028. Median (rentang) perubahan MLT 0,67 (-2,47-3,80) kg pada kelompok 1 dan 0,21 (-4,96-1,99) kg pada kelompok II, p=0,373. Rerata (SB) perubahan kadar albumin serum 0,17 (0,31) g/dL pada kelompok 1 dan 0,07 (0,41) g/dL pada kelompok II, p = 0,426. Terdapat peningkatan ukuran ketebalan lipatan kulit trisep pada semua subjek setelah 1 bulan mendapatkan makanan ringan tengah malam namun tidak didapatkan perbedaan bermakna perubahan ketebalan lipatan kulit trisep antara kedua kelompok. Sementara itu pengukuran IMT dan prealbumin serum tidak menunjukkan adanya perubahan yang bermakna setelah
perlakuan pada semua subjek penelitian.

Simpulan: Suplementasi makanan ringan tengah malam 200 kkal selama satu bulan dengan dengan kombinasi karbohidrat dan santan mempunyai pengaruh lebih baik terhadap perbaikan status gizi pasien sirosis hati, dibandingkan pemberian karbohidrat saja. Hal ini ditunjukkan oleh ukuran lingkar otot lengan tengah, MLT dan kadar albumin serum yang meningkat lebih baik pada kelompok I, dibandingkan kelompok II.

Sumber: http://www.ina-jghe.com/journal/index.php/jghe/article/download/485/411

 

Sharing is caring. Viralkan supaya bermanfaat bagi orang lain!

Tentang Duta Sehat     Panduan & Dukungan     Hubungi Kami     Kebijakan Privasi     Syarat & Ketentuan     Jadi Mitra

 

©2020 DutaSehat.com | Pusat Layanan Medis Holistik Indonesia

Mulai chat
1
Klik untuk chat via WA
Hai, silahkan klik untuk chat via WA :)

Login ke akun Anda

atau    

Forgot your details?

Create Account