Selama berabad-abad, para astronom dibingungkan oleh arti bintik matahari (sunspot). Pertama kali dicatat di China kuno sekitar 2.000 tahun yang lalu, keberadaan bintik matahari kemudian dikonfirmasi oleh Galileo dan kawan-kawannya dengan teleskop baru mereka, tidak lama sebelum mereka mendapat masalah dari Vatikan karena mengatakan bahwa surga tidak sempurna dan matahari lebih mungkin merupakan pusat sistem tata surya.

Sekarang diketahui bahwa bintik matahari, tapak gelap kecil yang tampak pada permukaan matahari, lebih dingin dan gelap daripada materi di sekelilingnya. Namun meskipun bintik matahari lebih dingin, panas matahari secara keseluruhan meningkat saat bintik itu muncul.

Aktivitas magnetik yang menyertai bintik matahari bisa mengakibatkan perubahan besar pada tingkat radiasi ultraviolet dan sinar-X, yang bisa menyebabkan atmosfer bumi memanas dan menuai, dan meningkatkan kadar ozon. Beberapa peneliti percaya bahwa tidak aktifnya matahari dalam waktu yang lama bisa menyebabkan temperatur bumi menurun dan bisa jadi merupakan sebab terjadinya Zaman Es Kecil pada tahun 1645-1715.

Jika bintik matahari bisa memiliki pengaruh yang begitu nyata pada suhu bumi, maka mungkinkah ada efek lain yang belum ditemukan? Mungkinkah bintik matahari dikaitkan dengan flu di seluruh dunia?

Menurut riset di Chinese University of Hong Kong, bintik matahari tidak hanya menjelaskan pemilihan waktu meluasnya flu selama 300 tahun terakhir, tetapi juga bisa dipakai untuk memperkirakan kapan penyebaran berikutnya akan terjadi. Penyebaran itu akan terjadi di antara tahun 2008 dan 2013.

Teorinya, bintik matahari mempengaruhi iklim, yang pada gilirannya mempengaruhi perilaku dan aktivitas burung migrasi yang membawa dan menyebarkan virus flu.

Pandemik bisa menimbulkan efek bencana – pada tahun 1918 flu Spanyol membunuh lebih banyak orang Amerika daripada semua perang yang terjadi pada abad kedua puluh – dan pandemik itu muncul ketika terjadi perubahan tiba-tiba di virus yang menghasilkan subtipe influenza A baru. Virus baru itu bisa jadi merupakan hasil efek pencampuran virus pada hewan, dan dua pandemik virus yang terakhir diperkirakan merupakan kombinasi virus influenza burung dan manusia. Ketika pergeseran antigenik yang dramatis dan tiba-tiba hal semacam itu terjadi, kebanyakan orang hanya sedikit atau sama sekali tidak punya perlindungan terhadap virus baru tadi.

Burung liar adalah tandon virus flu, dan perilaku migrasi mereka, yang mempengaruhi kecepatan menyebarnya virus secara global, dipengaruhi oleh iklim. Para peneliti Hong Kong tersebut mengatakan bahwa terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas matahari mempengaruhi iklim permukaan, dan bahwa pola migrasi beberapa burung dipengaruhi oleh siklus bintik matahari. Peneliti lain menunjukkan bahwa tanggal kedatangan beberapa burung migrasi, termasuk burung cuckoo, lark, dan layang-layang, tertunda jika jumlah bintik matahari meningkat.

Diduga, virus disebarkan ke hewan lain melalui kontaminasi air di peternakan di sepanjang jalur terbang burung migrasi. Perubahan iklim juga cenderung meningkatkan kontak antar hewan yang juga akan meningkatkan risiko terciptanya virus baru.

Untuk menguji teori ini, para peneliti menilik pandemik flu di antara tahun 1700-2000 dan mendapati adanya kaitan dengan jumlah bintik matahari – semakin besar jumlah bintik matahari, semakin besar risikonya.

“Siklus bintik matahari bisa jadi merupakan metode yang murah dan mudah untuk mendeteksi pandemik influenza. Periode berisiko tinggi berikutnya akan terjadi sekitar tahun 2008-2013 dan ini bisa mengindikasikan agar kita lebih waspada dan lebih siap untuk meminimalkan kematian yang tidak perlu akibat influenza,” kata mereka.

Referensi: J. W. K. Yeung, “A hypothesis: Sunspot cycles may detect pandemic influenza A in 1700-2000 AD”, Volume 67, hlm. 1016-1022.

Sharing is caring. Viralkan supaya bermanfaat bagi orang lain!

Tentang Duta Sehat     Panduan & Dukungan     Hubungi Kami     Kebijakan Privasi     Syarat & Ketentuan     Jadi Mitra

 

©2020 DutaSehat.com | Pusat Layanan Medis Holistik Indonesia

Mulai chat
1
Klik untuk chat via WA
Hai, silahkan klik untuk chat via WA :)

Login ke akun Anda

atau    

Forgot your details?

Create Account