Kontak WA Admin: 081353222797

Efek Ketika Karbohidrat Diotak-atik dan Dipecah

Jika memang gula alami yang ada di buah-buahan dan madu adalah buruk, Tuhan pasti akan melarang manusia untuk makan buah dan madu. Tapi sejarah tidak mencatat adanya larangan ini bukan?!

Memang fruktosa (gula alami yang ada di buah-buahan dan madu) itu dalam banyak penelitian dikatakan buruk dan bisa menyebabkan insulin resistant dan diabetes. Tapi perlu digaris bawahi bahwa penelitian-penelitian tersebut meneliti tentang satu unsur saja yaitu fruktosanya, bukan unsur lainnya yang melengkapi buah dan madu itu sendiri. Jika kita makan keseluruhan buah dan madu, yang kita konsumsi itu bukan hanya fruktosa, tapi juga serat, air, vitamin dan mineral.

Gabungan dari semua ini, terutama serat, membantu memetabolisme fruktosa dengan baik sehingga menghilangkan efek negatif dari fruktosa. Serat juga membuat Anda cepat kenyang, sehingga Anda tidak serta merta ingin makan lebih banyak dan terus menerus. Artinya, semuanya terkendali oleh karena keutuhan makanan ini.

Ingat prinsip ini: Tuhan tidak bodoh. CiptaanNya itu utuh dan kompleks, bukannya monoton, sehingga yang satu melengkapi yang lain. Keutuhan ini juga sama dengan motto The Musketter: “Semua untuk satu, satu untuk semua”.

Manusialah yang telah mengotak-atik ciptaanNya, keluar dari Rancangan Awal, sehingga mengakibatkan masalahnya sendiri.

Itulah sebabnya keadaan manusia ratusan lalu sangat beda dengan yang sekarang ketika mereka makan buah-buahan, padi-padian, madu, dan karbohidrat lainnya. Itu karena karbohidrat ratusan tahun lalu beda dengan karbohidrat jaman sekarang. Dulu masih organik, masih seiring dengan Rancangan Tuhan, sedangkan sekarang, seiring dengan Rancangan Manusia.

Dulu yang membuat gemuk dan sakit itu bukan karena karbohidratnya, tapi karena dosanya yaitu kerakusannya. Sekarang, Anda tidak rakus pun juga tetap gemuk dan sakit-sakitan. Kenapa demikian? Karena karbohidrat, protein, dan lemak jaman sekarang itu telah diotak-atik manusia, jadi beda dibandingkan yang dulu. Jadi solusinya itu bukan sekedar back to nature, tapi lebih dari itu, yaitu back to God’s design.

 

Bijak Terhadap Kontraindikasi Masalah Kesehatan Anda

Buah-buahan manis, padi-padi, madu dan karbohidrat utuh lainnya yang masih asli dan organik memang sangat aman dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak, tapi tidak untuk orang yang sudah terlanjur sakit tertentu.

Tuhan merancang semua hal-hal manis dan enak tersebut untuk manusia yang sehat karena rancangan awal Tuhan adalah itu semua untuk manusia yang sehat. Tuhan ingin membahagiakan anak-anakNya (alias ciptaanNya yang sangat berharga dan dikasihinya seperti anak sendiri) dengan keberlimpahan. Itulah rancangan awal Tuhan untuk kita manusia, tapi dosa yang membuat kita mau seenaknya sendiri sehingga hidup di luar kebahagiaan yang dirancang Tuhan.

Ketika mengubah makanan asli dari Tuhan dengan makanan hasil rekayasa kita sendiri, beberapa tahun kemudian menimbulkan penyakit degeneratif seperti misalnya diabetes, fatty liver (hati dipenuhi lemak) dan kanker.

Ketiga kondisi tersebut membuat kita tidak bisa menikmati karbohidrat seperti dulu lagi, yaitu dulu saat masih sehat. Penyakit-penyakit ini membuat kita terpaksa mengurangi karbohidrat sampai di bawah 10% karena karbohidrat memiliki kontraindikasi dengan ketiga kondisi ini. Seperti misalnya, karbohidrat bisa menaikkan kadar glukosa tak terkendali bagi penderita diabetes, karbohidrat bisa meningkatkan timbunan lemak bagi penderita fatty liver dan karbohidrat merupakan makanan bagi sel kanker untuk terus berkembang.

Itulah yang disebut dengan kontraindikasi, bukan efek samping. Efek samping artinya reaksi negatif muncul karena apa yang masuk ke tubuh bukan kawan dan menimbulkan gangguan. Sedangkan kontraindikasi artinya reaksi negatif muncul karena yang masuk sebenarnya kawan, tapi tidak sesuai dengan kondisi tubuh saat itu sehingga menimbulkan gangguan.

Untuk kondisi seperti ini, Anda perlu memakai metode makan tertentu seperti misalnya ketogenik diet, dimana Anda konsumsi sedikit sekali karbohidrat.

Ingat prinsip back to God’s design lagi: Tuhan tidak bodoh. Dia merancang karbohidrat itu utuh, lengkap dan tanpa efek samping. Kebodohan kita sendirilah yang membuatnya jadi tidak bisa menikmati surga dunia. Kitalah yang memasukkan diri sendiri ke dalam pencobaan dan kitalah yang menghukum diri kita sendiri.

Dt Awan (Andreas Hermawan)

© Duta Sehat. All rights reserved.

Setup Menus in Admin Panel