Masih banyak orang salah kaprah dengan perbedaan antara gula aren dan gula kelapa yang umumnya dikenal sebagai gula jawa. Sebagian lagi menyebutnya dengan gula merah mengacu pada warnanya yang cokelat kemerahan walaupun tidak merah terang sebenarnya.

Di Malaysia gula yang dihasilkan dari pohon enau disebut dengan gula Melaka. Sebagian lagi menyebutnya gula enau, mengacu pada hasil nira yang disadap dari pohon enau (Bahasa Melayu aren).

Ternyata gula aren dan gula kelapa itu sangat berbeda! Bedanya tidak hanya dalam penyebutan tetapi juga dari asal gula itu didapat. Jika gula aren tentunya bahan gula berasal dari pohon aren. Sedangkan gula kelapa berasal dari pohon kelapa yang kita kenal sehari-hari tersebut.

Menurut Nursalim, seorang pengrajin gula kelapa dari Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, selain perbedaaan pada asal tanaman atau pohon, mutu olahan gula kelapa dan gula aren juga berbeda. Begitupun warnanya hingga tingkat kemanisannya.

“Air nira hasil sadapan dari pohon kelapa persis sama manis dengan air nira dari pohon aren, walaupun tingkat kemanisannya berbeda rasa. Karena di Tanjung (Kelurahan Tanjung Tengah) Penajam ini banyak pohon kelapa dan tidak ada pohon aren, maka saya lebih memilih mengambil dan mengolah gula dari pohon kelapa saja,” jelasnya saat ditemui vivaborneo.com, Jumat sore (29/8/17).

Selain dari salah kaprah dalam penyebutan, ternyata gula aren dan gula kelapa juga berbeda indeks glikemiknya. Glikemik adalah senyawa di dalam gula yang berpengaruh pada nilai kemanisan kandungan masing-masing bahan.

Gula kelapa organik Mazanta.

 

Indek glikemik gula aren sebesar 70 dan gula kelapa hanya sebesar 35. Sementara jika dibandingkan dengan gula putih atau gula pasir, indek glikemiknya tentu lebih tinggi mencapai 85 hingga 93.

Indeks glikemik yang tinggi ini berbahaya jika dikonsumsi oleh penderita diabetes atau yang sedang menjalani diet rendah gula. Mengkonsumsi gula aren bukannya sehat dan aman tapi malah justru membahayakan karena indek glikemiknya cukup tinggi.

Namun demikian, gula kelapa ini kurang disukai oleh pembuat kue karena rasa asam yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan gula aren. Rasa asam ini akan muncul ketika kue-kue yang dibuat, tidak segera dikonsumsi.

“Saya untuk membuat kue apem, kolak pisang atau minuman saraba yang memerlukan gula merah, saya hanya memakai gula aren karena tidak ada rasa asam. Kalau pakai gula kelapa, tidak tahan lama sudah asam rasa olahannya jika belum laku terjual,” ujar Siti yang berdagang kue-kue basah.

Dengan mengetahui indek glikemik masing-masing gula merah atau gula jawa ini, maka akan sangat bermanfaat pada pengurangan konsumsi gula aren yang cukup tinggi indeknya jika dibandingkan dengan gula kelapa. Kesimpulannya, gula kelapa lebih sehat daripada gula aren.

Sumber: VIVABORNEO.COM

 

PS: Anda bisa mendapatkan gula kelapa organik kami dengan cara klik DI SINI.

 

Unduh gratis rahasia langsing, sehat dan awet muda…

  • tanpa obat diet,
  • tanpa hitung kalori,
  • tanpa ketosis,
  • tanpa larang karbohidrat, lemak, garam & gula,
  • tanpa aturan yang menyiksa,
  • tanpa olahraga berat.

Silahkan Anda download Panduan Diet Goodway untuk Pemula GRATIS dengan cara klik DI SINI.

 

Sharing is caring. Viralkan supaya bermanfaat bagi orang lain!
0 Komentar

Beri tanggapan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tentang Duta Sehat     Panduan & Dukungan     Hubungi Kami     Kebijakan Privasi     Syarat & Ketentuan     Jadi Mitra

 

©2020 DutaSehat.com | Pusat Layanan Medis Holistik Indonesia

Mulai chat
1
Klik untuk chat via WA
Hai, silahkan klik untuk chat via WA :)

Login ke akun Anda

atau    

Forgot your details?

Create Account