Untuk kebanyakan orang awam, gejala-gejala seperti batuk, sakit kepala, mual, gatal-gatal, diare, sakit perut, jantung berdebar, pilek, letih-lesu dan demam disebut sebagai penyakit.

Gejala bukanlah penyakit itu sendiri. Ia hanyalah suatu pertanda akan adanya sesuatu atau beberapa hal yang sedang tidak beres di dalam tubuh atau jiwa Anda. Gejala merupakan reaksi dari tubuh Anda sendiri dalam merespon suatu penyakit.

Misal: Anda menderita gagal ginjal, maka akan muncul gejala seperti misalnya perut membuncit, kaki bengkak, kadar ureum-kreatinin-dan asam urat tinggi, tekanan darah tinggi, serta susah kencing atau bahkan tidak bisa kencing.

Para dokter konvensional sebenarnya tahu perbedaan antara gejala dengan penyakit, tapi dalam prakteknya masih menunjukkan bahwa gejala itu adalah penyakit itu sendiri. Misal: ketika seorang pasien mengeluh sakit kepala, sang dokter konvensional akan meresepkan obat sakit kepala, bukannya obat yang menyembuhkan PENYEBAB sakit kepalanya.

 

PENYAKIT DAN AKAR PENYAKIT

Pengertian antara penyakit dan akar penyakit ini sebenarnya terkadang subyektif, tergantung Anda mau mengobati sampai sedalam apa. Pada contoh gagal ginjal di atas, kita tahu penyakitnya adalah ginjal yang gagal berfungsi normal. Jadi, akar penyakitnya apa ya?

Jika Anda mau mengobati sebatas area fisik penderita, maka akar penyakitnya adalah yang menyebabkan terjadinya gagal ginjal, misal: efek samping obat, kebiasaan menahun lebih memilih minum soft drink dibandingkan air putih, sumber air minum yang berkapur, dan kumpulan berlebih zat aditif sintetis dalam tubuh Anda.

Jadi di area fisik, supaya proses penyembuhan gagal ginjal berlangsung dengan baik atau untuk sekedar mencegah munculnya gagal ginjal, maka seseorang perlu memakai obat alami dibandingkan obat kimia, lebih memilih minum air putih ketimbang soft drink, memiliki sumber air minum yang aman, dan mengurangi/menghindari zat aditif sintetis berlebih dalam makanan.

Nah, bagaimana dengan mengobati area yang lebih dalam lagi, yaitu area non-fisik? Adakalanya seseorang susah atau tidak mau melakukan hal-hal baik di atas. Ada orang yang tidak suka minum air putih karena rasanya yang tawar ketimbang soft drink yang rasanya enak dan lebih gaul.

Nah, untuk kasus ini, akar penyakitnya adalah ketidakdewasaan dalam memilih sesuatu dan apa pengaruhnya bagi kesehatan, atau mungkin kurangnya pengetahuan kesehatan. Orang seperti ini perlu diobati dengan cara edukasi kesehatan serta melatih kedewasaannya supaya bijak memilih mana yang sehat dan mana yang tidak sehat. Minum soft drink sekali-kali tidaklah masalah. Yang menjadi masalah adalah rutin meminumnya dan bahkan menjadikannya sebagai minuman pokok ketimbang air putih.

Adakalanya seseorang lebih suka makanan yang banyak zat aditif sintetisnya ketimbang zat aditif alami karena sifat orang tersebut yang cuek terhadap kesehatan atau mungkin karena sifat rakusnya sehingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya dalam memilih menu sehat. Ini berarti akar penyakitnya adalah sifat tidak mau peduli serta kerakusannya. Obatnya adalah “pencerahan” pikiran dan hati sehingga orang tersebut berubah sifatnya. Sekali-kali makan menu yang banyak zat aditif sintetisnya MUNGKIN tidak akan LANGSUNG menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Yang menjadi masalah adalah RUTIN mengkonsumsinya dan menjadi menu pilihan ketimbang menu yang lebih sehat.

 

OBATI GEJALA, PENYAKIT, DAN AKARNYA

Untuk contoh kasus gagal ginjal di atas, tindakan medis konvensional dalam hal ini justru lebih mengarah untuk menghilangkan gejala saja ketimbang penyakitnya, yaitu diberikannya obat-obatan kimia untuk menurunkan tekanan darah tinggi, diberikan kateter untuk pembuangan urin, memberikan obat sakit ginjal dan asam urat, serta adanya cuci darah SEUMUR HIDUP untuk menurunkan kadar ureum dan kreatinin.

Lain halnya dengan dokter/praktisi medis holistik, kami akan bertanya sedalam mungkin untuk melihat apa akar penyakitnya kemudian SEBISA MUNGKIN mengobati gejala, penyakit, dan akarnya. Memberikan obat alami, meningkatkan nutrisi, dan juga perbaikan pola makan akan dapat menghilangkan gejala dan penyakitnya. Sedangkan untuk akar penyakitnya, diobati dengan memberikan pencerahan untuk pikiran dan hatinya.

 

MENGOBATI TANPA MENAMBAH MASALAH BARU

Obat kimia sudah PASTI ada efek samping, baik itu ringan atau berat, sedikit atau banyak. Efek samping itu sendiri adalah masalah baru dan dokter konvensional akan memberikan obat tambahan untuk menanggulangi efek sampingnya. Tapi celakanya, obat tambahan itu sendiri juga ada efek sampingnya!

Sebenarnya terserah pasien mau memilih pengobatan yang seperti apa. Namun alangkah lebih baik jika dokternya memberikan saran pengobatan yang terbaik dibandingkan cuek terhadap kebutuhan pasien. Jika Anda ingin menjadi dokter yang baik, perlu dipertimbangkan hal-hal berikut dalam metode pengobatan Anda:

(1) Bagaimana kondisi ekonomi pasien? Bisnis menyembuhkan penyakit adalah suatu hal yang halal dilakukan dan tidaklah salah untuk menarik uang terhadap jasa Anda. Namun pertimbangkan juga bagaimana keadaan ekonomi pasien supaya Anda tidak meresepkan atau menarik tarif berlebih sehingga menambah masalah baru untuk kantong mereka.

(2) Bagaimana dengan efek samping? Sebisa mungkin, berikanlah obat yang tidak ada atau minim efek samping. Sah-sah saja memberikan obat dimana efek sampingnya tidak seberapa dibandingkan manfaatnya. Namun, jika Anda tahu ada obat alami yang tidak ada efek sampingnya, mengapa Anda tidak memberikan/menyarankannya kepada pasien sehingga Anda tidak menambah masalah baru lagi?!

(3) Apakah menyembuhkan? Sebisa mungkin, berikan obat yang menyembuhkan, bukan hanya obat yang sekedar merawat. Jika Anda dalam posisi sebagai pasien, apakah Anda sendiri rela diberikan obat yang hanya bisa merawat penyakit padahal dokter Anda tahu apa obat yang bisa menyembuhkannya?

Demikian sekilas “pencerahan” tentang gejala, penyakit, dan akarnya. Semoga dengan tulisan ini ditambah praktek langsung, Anda makin bisa memahami ketiganya, bijak dalam menyikapinya serta makin ahli dalam mengobati.

Dt Awan (Andreas Hermawan)

 

 

©2019 DutaSehat.com all rights reserved.

WhatsApp chat

Masuk dengan data akun Anda

atau    

Lupa rincian login Anda?

Buat Akun